Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Terungkap! Wowon Cs Himpun Uang Rp1 M dari 2 TKW yang Dibunuh

Rahmatul Fajri • 20 Januari 2023 18:54
Jakarta: Polisi mengungkapkan tersangka kasus pembunuhan berantai di Bekasi dan Cianjur, Wowon Erawan, Solihin alias Duloh, dan Dede Solehudin telah menghimpun uang sekitar Rp1 miliar dari dua korban yang dibunuh. Kedua korban tersebut, yakni Siti dan Farida.
 
Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan berdasarkan keterangan Wowon dan Duloh, mereka Siti dan Farida yang merupakan tenaga kerja wanita (TKW). Mereka menjanjikan uang Siti dan Farida akan digandakan atau dibelikan rumah mewah.
 
"Terkait dana-dana kita masih mendalami. Hasil keterangan tersangka ini kurang lebih Rp1 miliar tapi masih kita dalami lagi, ini belum tuntas," kata Hengki, di Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 20 Januari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hengki menyebut uang tersebut ditransfer kepada Dede Solehudin. Dede yang awalnya menjadi korban keracunan di Bekasi kini ditetapkan sebagai tersangka.
 
Hengki menyebut pihaknya terus mendalami keterangan tersangka. Begitu juga dengan korban lainnya yang harta dan nyawanya dirampas pelaku.
 
"Ini sifatnya berkesinambungan, dari fakta ini kita dalami, ketemu fakta kita dalami lagi, sehingga apakah ada kemungkinan tersangka dan korban yang lain kita tuntaskan semua," kata dia.
 

Baca Juga: Sadis! Ini Urutan 9 Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs


Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran mengatakan motif para tersangka melakukan kejahatannya adalah untuk menguasai harta korban. Awalnya, mereka mencari keluarga yang ingin mendapatkan atau menggandakan uang.
 
Tersangka Duloh mengaku memiliki kemampuan supranatural untuk meningkatkan kekayaan. Dulah kemudian meminta Wowon untuk mencari korban.
 
Setelah mendapatkan korban, para tersangka awalnya meminta korban menyerahkan sejumlah uang yang nantinya akan digandakan atau dibelikan rumah. Korban kemudian menagih janji dari tersangka. Namun, para tersangka tidak mampu menepati janjinya.
 
Setelah itu, para tersangka meracuni korban yang dianggap mengetahui kejahatannya menggunakan pestisida. "Orang yang mengetahui dianggap berbahaya akan dihilangkan. Ada janji dan motivasi palsu. Korban ini yang sudah tertipu dihilangkan nyawanya," kata dia.

 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif