Ilustrasi/Freepik
Ilustrasi/Freepik

2 Tersangka Korporasi Kasus Gagal Ginjal Akut Tak Ditangani Polri, Kenapa?

Fachri Audhia Hafiez • 26 November 2022 18:32
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tak menangani dua tersangka korporasi kasus gagal ginjal akut yang menewaskan ratusan anak. Kedua korporasi itu adalah PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries.
 
Kedua tersangka korporasi ditetapkan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kedua perusahaan ditetapkan dalam perkara yang sama seperti ditangani Dittipidter Bareskrim Polri.
 
"Tergantung konteks kasusnya kan, Badan POM kan melakukan proses penyidikan, di situ kan enggak bisa lagi disidik ke Bareskim dalam suatu aturan undang-undang yang sama. Kecuali, memang ada tindak pidana yang lain ya," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dihubungi, Sabtu, 26 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BPOM, kata Pipit, memiliki kewenangan penuh melakukan penegakan hukum terhadap kedua tersangka tersebut. Perkara kedua tersangka itu selanjutnya akan diserahkan ke Kejaksaan.
 
"Kalau BPOM ya tindak lanjut ya proses penyidikan sampai selesai, iya sampai Kejaksaan," ucap Pipit.
 

Baca: Bareskrim Belum Memerinci Total Pihak BPOM yang Diperiksa


Total sudah ada lima tersangka dalam kasus gagal ginjal akut yang menewaskan ratusan anak. Pemilik CV Samudera Chemical berinisial E serta empat perusahaan atau korporasi.
 
Dua tersangka korporasi ditetapkan Bareskrim Polri ialah CV Samudra Chemical selaku distributor bahan baku obat dan PT Afi Farma Pharmaceutical Industries selaku perusahaan farmasi. Kemudian, dua tersangka korporasi lainnya ditetapkan Deputi Penindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
Keduanya ialah perusahaan farmasi PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries. Perusahaan farmasi ditetapkan sebagai tersangka karena memproduksi obat sirop mengandung EG dan DEG.
 
Cemaran EG dan DEG pada obat sirop itu melebihi ambang batas aman, yang menimbulkan kasus gagal ginjal akut atau Gangguan Ginjal Akut Atipikal Progresif (GgGAPA) di Indonesia. Total 199 anak tewas akibat gagal ginjal akut tersebut.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif