Para tersangka kasus investasi bodong DNA Pro ditahan/Medcom.id/Siti
Para tersangka kasus investasi bodong DNA Pro ditahan/Medcom.id/Siti

Kerugian Korban DNA Pro Capai Rp551 Miliar

Siti Yona Hukmana • 27 Mei 2022 16:21
Jakarta: Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan membeberkan total kerugian para korban investasi bodong robot trading DNA Pro Akademi. Para korban ditaksir merugi hingga Rp551 miliar. 
 
"Sampai saat ini korban yang melapor ke Mabes Polri kurang lebih sudah 3.621 korban. Dengan total kerugian kurang lebih Rp551.725.456.972. Artinya dari tiga ribuan sekian, total kerugian yang disampaikan kepada Polri sekitar Rp551 miliar," kata Whisnu dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Mei 2022. 
 
Pihaknya terus melacak aset para tersangka untuk disita. Aset-aset tersebut dijadikan barang bukti di pengadilan dan dikembalikan kepada korban sebagai ganti rugi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil penyelidikan sementara menunjukkan dua karakteristik korban melapor ke Bareskrim Polri. Pertama, korban yang telah berinvestasi sejak awal. 
 
"Yang terus menambah nilai investasi agar memperoleh profit atau keuntungan yang lebih banyak dan tidak mengikuti skema marketing plan," ujar jenderal bintang satu itu. 
 
Baca: 3 DPO Investasi Bodong DNA Pro Masih Diburu
 
Kedua, korban yang baru empat bulan berinvestasi. Karena belum balik modal, sebagian besar yang yang dideposit atau diinvestasikan oleh para member tersebut, dinikmati para member DNA Pro lainnya. 
 
"Khususnya para member yang mengikuti skema marketing plan yang telah menikmati berbagai bonus dalam bentuk barang dan uang tunai," ungkap Whisnu. 
 
Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan 14 tersangka dalam kasus ini. Sebanyak 11 tersangka telah ditangkap dan ditahan, termasuk Direktur Utama PT DNA Pro Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe. Sementara itu, tiga tersangka masih buron yakni Fauzi alias Daniel Zii, Ferawati alias Fei, dan Devin alias Devinata Gunawan.
 
Ke-14 tersangka dijerat Pasal 106 jo Pasal 24 dan Pasal 105 Jo Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara 4-10 tahun. Lalu, Pasal 3 dan atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif