Plt juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Candra Nur Alam
Plt juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Candra Nur Alam

Angin Prayitno dan Dadan Ramdani Berpeluang Dijerat Pasal Gratifikasi

Nasional Gratifikasi kasus korupsi korupsi pajak Angin Prayitno Aji
Fachri Audhia Hafiez • 28 Januari 2022 22:29
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpeluang menjerat mantan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani, dengan pasal gratifikasi. Namun, Lembaga Antikorupsi membutuhkan alat bukti untuk memperkuat peristiwa hukum itu.
 
"Iya nanti pasti KPK kembangkan lebih lanjut ya. Sejauh ada alat bukti cukup untuk hal tersebut," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Jumat, 28 Januari 2022.
 
Ali mengatakan kinerja KPK sesuai aturan hukum yang berlaku dalam menangani kasus Angin dan Dadan. Prosedur penuntutan keduanya juga sesuai koridor hukum pidana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami ingin memastikan bahwa menegakkan hukum tidak boleh dilakukan dengan cara melanggar hukum," ujar Ali.
 
Baca: Dua Pejabat Ditjen Pajak Juga Didakwa Menerima Gratifikasi Masing-masing Rp2,4 Miliar
 
Sebelumnya, Angin dan Dadan disebut menerima gratifikasi bersama-sama dua pejabat pada Ditjen Pajak, Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak serta tim pemeriksa pajak Yulmanizar serta Febrian. Hal itu tertuang dalam surat dakwaan Wawan dan Alfred.
 
Total penerimaan gratifikasi sebesar Rp9,4 miliar, SGD420 ribu, mata uang dolar Amerika Serikat setara Rp5 miliar, tiket pesawat, serta hotel senilai Rp5,6 juta. Seluruh fulus diterima dari sembilan wajib pajak.
 
Sementara itu, Angin dan Dadan hanya didakwa dengan pasal suap. Keduanya telah menjalani proses persidangan dan menunggu jadwal pembacaan vonis.
 
Angin dituntut hukuman penjara selama sembilan tahun serta denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Sedangkan, Dadan dituntut enam tahun bui serta denda Rp350 juta subsider lima bulan kurungan.
 
Keduanya juga dikenakan membayar uang pengganti Rp3,375 miliar. Lalu, SGD1.095.000 atau sekitar Rp11,198 miliar bila dihitung dengan kurs pada 2019 sebesar Rp10.227 per dolar Singapura. Sehingga, total yang mesti dibayar Rp14,573 miliar.
 
Angin dan Dadan dinilai terbukti menerima suap Rp15 miliar dan SGD4 juta (sekitar Rp42,1 miliar) terkait hasil rekayasa penghitungan pajak. Perbuatan itu juga dilakukan bersama-sama Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif