Jaksa Agung ST Burhanuddin. Istimewa
Jaksa Agung ST Burhanuddin. Istimewa

Jaksa Bermain Proyek Dipastikan Bakal Ditindak Tegas

Siti Yona Hukmana • 01 Februari 2022 01:29
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengumpulkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabri) beserta jajaran di seluruh Indonesia. Burhanuddin mengultimatum jaksa tak bermain proyek.
 
"Kejaksaan sudah saatnya meninggalkan praktik penegakan hukum yang bersifat parsial dan hanya melihat undang-undang dengan kacamata kuda, yang memisahkan antara norma undang-undang dengan asas dan nilai dasar hukum serta tujuan pemidanaan yang diakui dalam ilmu hukum," kata Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Januari 2022.
 
Burhanuddin menekankan pola-pola penanganan perkara transaksional dan budaya mafia peradilan harus diakhiri. Dia ingin seluruh warga Adhyaksa mengembangkan praktik penegakan hukum integral yang dapat menjamin keadilan dan keamanan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peradilan yang jujur dan bertanggung jawab, etis dan efesien, serta berpatokan pada hati nurani," ujar Burhanuddin.
 
Dia berharap jaksa baik di pusat maupun daerah berperan menjadi agen percepatan pembangunan nasional, agen penstabil atau stabilisator situasi dan kondisi di tempat penugasan. Burhanuddin tak ingin ada lagi kegaduhan yang ditimbulkan atas tindakan oknum jaksa.
 
Dia juga berharap jaksa menjadi agen pengamanan atas seluruh aset negara apabila ada kebocoran yang disebabkan perilaku koruptif. Jaksa harus bertindak represif profesional, proporsional, dan berhati nurani.
 
"Di sinilah, peranan seorang jaksa dibutuhkan untuk selalu memberikan pendampingan, pembinaan, dan pengingat kepada segenap stakeholder pemerintah setempat sebagai pelaksana pembangunan, guna menyukseskan program-program pembangunan yang ada," beber Burhanuddin.
 
Dia menyayangkan masih ada jaksa baik di pusat maupun daerah menyalahgunakan kewenangan di tengah gencarnya upaya Kejaksaan mendukung pembangunan nasional. Burhanuddin menyebut seharusnya jaksa melakukan pendampingan dan pembinaan, bukan menggerogoti instansi atau unit yang didampingi dengan mengintervensi pemerintah setempat.
 
Dia mengultimatum Kajati, Kajari, Asisten, dan pejabat di Kejaksaan Agung yang berani mencari proyek di pemerintahan. Dia juga mengancam jaksa yang kedapatan meminta-minta, mengemis proyek, dan menggerogoti kegiatan pembangunan daerah, bahkan ikut campur menentukan pemenang proyek pengadaan demi memperoleh keuntungan pribadi.
 
"Saya akan tindak tegas siapa pun anda. Ingat itu!" tegas orang nomor satu itu di Korps Adhyaksa itu.  
 
Dia memerintahkan Jaksa Agung Muda Pengawasan, Kepala Kejaksaan Tinggi, Asisten Pengawasan menindak tegas jaksa yang kedapatan melakukan pelanggaran. Burhanuddin kecewa dan marah atas perbuatan jaksa yang masih melakukan perbuatan tercela apalagi meminta-minta proyek.
 
"Sejak hari ini, hentikan semua perbuatan tercela itu. Apabila diperlukan, saya selaku Jaksa Agung akan bertindak tangan besi untuk menghukum anak-anak saya demi terjaganya marwah institusi Kejaksaan," ucap Burhanuddin.
 
Burhanuddin memastikan bakal mencopot jaksa yang terbukti bersalah. Hukuman itu dianggap sebagai sanksi administratif. Bahkan, dia tak segan menjerat pidana jaksa nakal agar mendapat efek jera.
 
"Saya tidak ragu akan menghukum dan mempidanakan saudara yang secara nyata mencoreng marwah institusi Kejaksaan,” tegas Jaksa Agung.
 
Burhanudin mengingatkan seluruh jajaran tidak memercayai siapa pun yang membawa, mengaku kenal, atau mengaku diperintahkan olehnya untuk berkoordinasi menangani perkara, bahkan meminta proyek pada pemerintah setempat. Dia meminta seluruh kepala satuan kerja menjaga wibawa yang melekat pada jabatan.
 
"Sehingga, tidak perlu takut kepada pihak atau organisasi, seperti lembaga-lembaga swadaya masyarakat, yang menggunakan nama kejaksaan dan mengaku seolah-olah menjadi organisasi pendukung kejaksaan yang mempunyai niat untuk mencari keuntungan," kata dia.
 
Pengarahan digelar daring. Hadir dalam pengarahan Wakil Jaksa Agung Dr Sunarta, Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, pejabat eselon II dan III di Lingkungan Kejaksaan Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia beserta jajarannya, serta seluruh pegawai Kejaksaan RI.
 
Baca: Jaksa Agung Diminta Perkuat Pengawasan Kejaksaan di Daerah
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif