Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Kubu Terdakwa Jiwasraya Sebut Vonis Hakim Sekadar Menyenangkan Publik

Nasional kasus korupsi Jiwasraya
Yogi Bayu Aji • 13 Oktober 2020 21:29
Jakarta: Anggota tim kuasa hukum direksi PT Asuransi Jiwasraya Tbk periode 2008-2018, Dion Pongkor, menilai putusan majelis hakim bombastis. Vonis hukuman seumur hidup penjara di kasus Jiwasraya dinilai terkesan sekadar menyenangkan publik.
 
Dion menyebut putusan majelis hakim mengabaikan fakta persidangan. Hakim dinilai mengangkangi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 25/PUU-XIV/2016 soal perhitungan kerugian negara.
 
"Kita sayangkan karena hakim tidak melihat secara objektif bukti-bukti yang kita sampaikan," ujar Dion dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, putusan MK mencabut kata "dapat" dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999.
 
MK menafsirkan frasa "dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara" dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor harus dibuktikan dengan kerugian yang nyata (actual loss). Penegak hukum tak bisa memakai potensi atau perkiraan kerugian (potential loss).
 
“Unsur kerugian negara harus benar-benar terjadi atau nyata dan bukan hanya potensi apalagi hanya sekadar halusinasi,” ungkap dia.
 
Dalam tuntutan jaksa penuntut umum, Dion menyebut perhitungan nilai kerugian yang dimasukkan masih bersifat potential loss dan belum actual loss. Perhitungan ini, kata dia, tidak bisa dikatakan kerugian.
 
Dia menyebut berbagai portofolio saham dan reksa dana Jiwasraya berpotensi terkerek naik jika sentimen pasar positif. Naik turunnya saham sangat tergantung isu-isu yang berkembang di pasar keuangan Indonesia.
 
"Dan saham-sahamnya masih ada sehingga belum bisa dikatakan kerugian riil,” terang dia.
 
Baca: 9 Jam Sidang, 3 Eks Petinggi Jiwasraya Divonis Seumur Hidup
 
Dion menuding perhitungan kerugian negara dalam kasus Jiwasraya tidak jelas. Pasalnya, sidang tidak menunjukkan secara nyata tindakan terdakwa mengakibatkan kerugian negara.
 
"Dalam kasus Jiwasraya ini, sudah jelas JPU tidak dapat membuktikan berapa nilai kerugian keuangan negara secara riil (actual loss). Dan majelis hakim pun setali tiga uang Jaksa. Putusannya copy paste dari tuntutan Jaksa," terang Dion.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif