Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Galaila Agustiawan. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)
Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Galaila Agustiawan. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)

Karen Agustiawan Ajukan Banding

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Theofilus Ifan Sucipto • 10 Juni 2019 17:02
Jakarta: Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Galaila Agustiawan bakal mengajukan banding. Dia tidak terima dengan vonis ketua majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor).
 
"Innalillahi, innalillahi, innalillahi, Allahu Akbar, majelis hakim, saya nyatakan banding," kata Karen di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2019.
 
Respons Karen disambut tepuk tangan dan sorak sorai dari keluarga dan jajaran Pertamina. Mereka turut menyaksikan sidang Karen di dalam ruangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski kecewa, Karen mengaku tetap menghormati keputusan majelis hakim. Dia bersyukur pada salah satu hakim anggota, Anwar, yang membaca semua fakta persidangan maupun bukti-bukti yang ada.
 
"Saya berharap saat banding lebih banyak sosok seperti Dr Anwar yang melihat kasus ini secara utuh, holistik, dan lengkap," ujar Karen.
 
Baca juga:Karen Agustiawan Divonis Delapan Tahun Penjara
 
Dia menyebut fakta persidangan sejatinya tidak bisa dipotong-potong. Apalagi, jika tidak mengerti kasusnya.
 
Sementara itu, kuasa hukum Karen, Soesilo Aribowo, meminta pada Emilia untuk segera mendapat salinan putusan. Salinan itu untuk mempercepat tim kuasa hukum Karen membuat memori banding.
 
"Secara tegas kami menyatakan banding," kata Soesilo.
 
Karen divonis delapan tahun penjara. Dia diyakini melakukan korupsi dalam investasi Blok Basker Manta Gummy (BMG).
 
"Menyatakan terdakwa Karen Agustiawan terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Emilia Djaja Subagia saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 10 Juni 2019.
 
Selain tuntutan penjara, Karena juga didenda sebesar Rp1 miliar subsider empat bulan kurungan. Selain itu ia harus membayar biaya perkara Rp10 ribu.
 
Karen didakwa merugikan senilai Rp568 miliar dari hasil korupsi saat menjabat sebagai direktur hulu PT Pertamina periode 2008-2009 dan dirut PT Pertamina periode 2009-2014. Dalam investasi PT Pertamina terkait participating interest (PI) atas lapangan atau Blok BMG Australia di 2009, dia dianggap mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di Pertamina.
 
Baca juga:Karen Agustiawan Tertekan Jelang Putusan
 
Dalam memutuskan investasi PI, Karen menyetujui PI Blok BMG tanpa adanya uji kelayakan serta tanpa adanya analisa rosiko. Investasi ditindaklanjuti dengan penandatanganan sale purchase agreement (SPA) tanpa adanya persetujuan dari Bagian Legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina. Dia dianggap memperkaya Rock Oil Company (ROC) Australia, pemilik Blok BMG Australia.
 
Karen disangkakan melanggar Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Kendati begitu, salah satu hakim anggota, Anwar, mengajukan dissenting opinion (pendapat berbeda). Dia berpendapat Karen tidak bersalah.
 
"Menyatakan terdakwa Karen Agustiawan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdawasarkan dakwaan primer dan subsdier," kata Anwar.
 
Dia mengungkapkan sejumlah fakta persidangan untuk menguatkan argumennya. Salah satunya adalah tidak ada bukti konkret yang menunjukkan Karen memperkaya diri sendiri dari uang Rp568 miliar tersebut.
 
Uang tersebut ditransfer dengan jelas menggunakan Bank Australia. "Namanya bisnis ada risiko dan ruginya, sehingga kerugian tidak serta merta menjadi kerugian negara," ujarnya.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif