Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPK Geledah Lima Lokasi Terkait Impor Bawang

Nasional Impor Bawang Putih
Juven Martua Sitompul • 14 Agustus 2019 19:32
Jakarta: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan di dua daerah yakni Jakarta, dan Bandung. Penggeledahan berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang.
 
“Setelah melakukan serangkaian penggeledahan di 11 lokasi sejak Jumat, 9 Agustus 2019, hari ini dua tim paralel ditugaskan di Jakarta dan Bandung untuk lakukan penggeledahan di lima lokasi,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Tiga dari lima lokasi yang digeledah, yaitu Kantor PT Pertani (Persero), tempat tinggal seorang saksi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, dan kediaman tersangka Elviyanto di Kota Wisata Florence, Ciangsana Gunung Putri, Bogor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan dua lokasi lainnya, yakni rumah saksi di Ketapang Indah Residence, dan kediaman tersangka Doddy Wahyudi di Cipahit, Bandung Wetan. Penyidik menyita sejumlah dokumen terkait pengurusan impor bawang putih dan barang bukti elektronik dari lima lokasi tersebut.
 
Baca:KPK Bawa Dua Koper dari Ruang Kerja Dhamantra
 
KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang ini. Politikus PDIP itu dijerat bersama lima orang lainnya yakni Mirawati Basti, dan empat pihak swasta Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.
 
Dhamantra diduga meminta fee Rp3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy mengurus rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan), dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementrian Perdagangan (Kemendag). Keduanya terlebih dulu bertemu Mirawati serta Elviyanto guna memuluskan urusan impor itu.
 
Dalam kesepakatan itu, Dhamantra mematok komitmen fee Rp1.700-Rp1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara itu, kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.
 
Dhamantra diduga baru menerima uang Rp2 miliar dari kesepakatan itu. Uang itu diterimanya melalui rekening transfer money changer.
 
Chandry, Doddy, dan Zulfikar sebagai penyuap disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Dhamantra, Mirawati, dan Elviyanto sebagai penerima sogokan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif