Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Faisal Mulai Ingat Penganiaya

Nasional demo massa demo mahasiswa Demonstrasi Mahasiswa
Cindy • 05 Oktober 2019 09:02
Jakarta: Korban penganiayaan saat demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Faisal Amir, sudah dapat berkomunikasi. Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, itu mengaku seseorang memukulnya.
 
"Kamu kenapa kok jadi sampai kepalanya pecah, sampai bahu kamu pecah? (Faisal menjawab) 'Ada yang mukul'," kata ibunda Faisal, Ratu Agung, saat ditemui di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Oktober 2019.
 
Namun, ingatan Faisal belum sepenuhnya pulih. Ratu mengatakan Faisal lupa sosok penganiayanya. "Belum ingat siapa yang mukul, (Faisal) lupa," ucap Ratu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi Faisal berangsur membaik. Rencananya dia akan dipindahkan dari Rumah Sakit Pelni ke rumah sehat untuk menjalani perawatan lanjutan. Pemindahan diperlukan karena di rumah sakit Faisal rentan terkena virus dan kuman penyakit.
 
Ratu menuturkan Faisal didampingi sembilan dokter hingga enam bulan ke depan. Dokter itu meliputi ahli bedah syaraf, ahli syaraf, ahli rehabilitasi medis, ahlipenyakit dalam, ahliortopedi, ahlianastesi, ahligizi, ahliparu-paru, dan psikolog.
 
Pendampingan diberikan menunggu hingga tempurung bagian kepala Faisal dapat dipasang kembali. Sementara ini, dokter tengah mengobati bagian otak Faisal yang membengkak.
 
"Terus (nanti) otaknya normal kembali baru tempurung yang disimpan di perutnya itu diambil, dipasang kembali. Jadi sekarang ini Faisal kayak bayi itu, dia tanpa tempurung," tutur Ratu.
 
Sementara itu, laporan kasus penganiayaan Faisal Amir sudah disampaikan Ratu Agung kepada Bareskrim Polri. Tim khusus akan dibentuk untuk mengusut kasus penganiayaan Faisal saat mengikuti aksi demonstrasi.
 
"Tadi pertimbangannya saya enggak usah lagi buat laporan dari bawah. Jadi suratnya kepada Kepala Bareskrim (Komjen Idham Azis) habis itu langsung turun langsung dibentuk tim," kata Ratu.
 
Faisal satu korban luka padaparah demo Selasa, 24 September 2019. Saat ditemukan, Faisal masih mengenakan almamater kampus dan tergolek tak sadarkan diri di kawasan proyek antara TVRI dan Gedung DPR.
 
Dari pemeriksaan dokter dan CT scan, Faisal mengalami luka-luka di kulit kepala, tengkorak retak, pendarahan di otak, dan tulang bahu patah. Faisal berhasil melalui masa kritis.
 

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif