Kapolsek Pesanggrahan Kompol Rosiana Nurwidajati dan pelaku/Medcom.id/Jufri
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Rosiana Nurwidajati dan pelaku/Medcom.id/Jufri

Polisi Gadungan Nekat Memeras Demi Biaya Nikah

Nasional polisi gadungan pemerasan
Jufriansyah • 11 Maret 2020 19:46
Jakarta: MYA, nekat menjadi polisi gadungan. Dia memeras perempuan berinisial AS untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
 
"Mau nikah tapi kekurangan uang," kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Rosiana Nurwidajati, di Mapolsek Pasenggrahan, Rabu 11 Maret 2020.
 
Pelaku akan menikah pada 23 Maret 2020, tapi masih kekurangan biaya sebesar Rp1,8 juta. Untuk memenuhi kekurangan itu, dia memeras AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Polisi Gadungan Jerat Korban via Aplikasi Daring
 
Kronologinya, MYA dan AS saling mengenal melalui aplikasi daring. Pelaku mengajak korban bertemu setelah seminggu berkenalan.
 
Rosiana mengatakan, pelaku dan korban bertemu di hotel kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. Di hotel itu pelaku mengancam korban dengan memperlihatkan lencana polisi palsu.
 
"Pelaku langsung mengancam korban dengan memperlihatkan HT (radio komunikasi), lencana polisi, borgol," jelas Rosiana.
 
Saat mengancam, MYA mengaku dari Reserse Kriminal yang sengaja menyamar. Pelaku menuding korban sebagai perempuan tunasusila dan meminta sejumlah uang.
 
"Kemudian pelaku minta korban untuk melayani berhubungan badan. Setelah itu pelaku pergi dengan membawa uang langsung meninggalkan hotel," ujar Rosiana.
 
Pelaku mengaku baru sekali melakukan pemerasan dengan modus berkenalan di media sosial. MYA mengaku membeli peralatan Polri untuk memeras korbannya secara online.
 
Polisi masih mendalami kemungkinan korban lain dari pemerasan MYA. Pelaku dijerat Pasal 368 KUHP Jo Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif