Kapolri Idham Azis/MI/Susanto
Kapolri Idham Azis/MI/Susanto

Kapolri Didesak Pecat Dua Penyerang Novel

Nasional novel baswedan
Fachri Audhia Hafiez • 02 Juli 2020 06:37
Jakarta: Tim advokasi Novel Baswedan mendesak Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis dipecat dari Polri. Perbuatan keduanya dinilai bentuk pembangkangan lantaran telah mencelakai Novel.
 
"Kapolri harus segera memecat dengan tidak hormat dua orang pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dan mengumumkan hal tersebut melalui media massa, cetak, maupun elektronik," kata anggota tim advokasi Novel, Shaleh Al Ghifari di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020.
 
Shaleh menjelaskan tindakan dua pelaku yang merupakan anggota Polri aktif harus dianggap sebagai pembangkangan atas sumpah sebagai aparat. Pelanggaran hukum yang dilakukan keduanya bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM) serta merusak citra dan martabat insitusi penegak hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ditambah lagi, serangan yang dilakukan oleh pelaku ditujukan kepada seorang penegak hukum, dalam hal ini Novel sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ujar Shaleh.
 
Serangan pada 11 April 2017 itu berakibat fatal dan membuat mata Novel mengalami kebutaan. Perbuatan itu juga dinilai merugikan kelembagaan KPK dalam bidang penindakan.
 
Shaleh mengatakan Tim Pemantau Proses Hukum (TPPH) yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan fakta bahwa penyerangan terhadap Novel sudah dipersiapkan sejak lama. Hal ini dapat terlihat saat para pelaku mempersiapkan secara matang teknis penyerangan dengan menggunakan cairan asam sulfat (H2SO4).
 
Kejahatan ini pun diyakini bukan hanya dilakukan oleh Rahmat dan Ronny. Tim advokasi Novel menyakini masih terdapat aktor intelektual yang gagal diungkap oleh Polri.
 
"Maka dari itu pemecatan didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia," ujar Shaleh.
 
Baca: Polri Dinilai Tak Serius Tangani Kasus Novel Baswedan
 
Rahmat dan Ronny masih sebagai anggota Polri meski telah didakwa melakukan penyerangan terhadap Novel. Persidangan keduanya segera memasuki babak akhir. Usai keduanya dituntut satu tahun penjara, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara akan menjatuhkan putusan pada Selasa, 16 Juli 2020.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif