Terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet. Foto: Medcom.id./Ilham Pratama Putra.
Terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet. Foto: Medcom.id./Ilham Pratama Putra.

Ratna Sarumpaet Tulis Buku di Balik Jeruji

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Ilham Pratama Putra • 12 Maret 2019 12:48
Jakarta: Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet duah lima bulan di dalam ruang tahanan. Selama di balik jeruji besi, Ratna menulis buku untuk mengisi waktu.
 
"Saya menulis buku (selama dalam tahanan)," kata Ratna, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Maret 2019.
 
Dia mengungkapkan buku yang ditulisnya menceritakan bangsa Indonesia. Buku yang ditulisnya ini akan terbit dalam waktu dekat. “Tentang bangsa ini. Baru mau terbit bukunya," ungkap dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, hari ini sidang ketiga bagi Ratna digelar. Sidang memperdengarkan tanggapan dari jaksa penuntut umum (JPU) atas eksepsi Ratna.
 
Dalam eksepsinyam, Ratna keberatan dengan dakwaan JPU. Dia tak terima disebut menyebarkan berita bohong untuk membuat keonaran dan menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar SARA.
 
Majelis hakim akan mempertimbangkan nota keberatan atau eksepsi yang diajukan kuasa hukum Ratna. Keputusan itu nantinya akan dibacakan pada Selasa, 19 Maret 2019.
 
Usai mengikuti sidang, dia dibawa ke Polda Metro Jaya. Setiba di Polda pukul 10.30 WIB, ia langsung masuk Rumah Tahanan (rutan) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
 
Baca: Ratna Sarumpaet Bantah Berbuat Onar
 
Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat.
 
Usai berita itu ramai, Ratna mengaku berita penganiayaan terhadap dirinya bohong belaku. Seniman yang banyak menggeluti panggung teater itu.mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik.
 
Perempuan kelahiran 16 Juli 1949 itu ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Akibat kebohongannya itu, Ratna ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif