Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eggi Sudjana - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eggi Sudjana - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

BPN Menyiapkan Bantuan Hukum untuk Eggi Sudjana

Nasional kasus makar
Theofilus Ifan Sucipto • 16 Mei 2019 07:05
Jakarta: Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno siap memberi bantuan hukum kepada tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana. Eggi sendiri sejauh ini masih didampingi kuasa hukum pribadinya.
 
“Secara tim, BPN akan memberi advokasi dan bantuan hukum,” kata Juru Bicara Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sahroni di di Posko Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu 15 Mei 2019.
 
Sahroni mengatakan Eggi masih yakin kasusnya bisa ditangani oleh kuasa hukum pribadinya. Eggi menyambut baik niat BPN mengenai rencana tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tapi bukan berarti BPN tidak memberi bantuan,” ujar Sahroni.
 
Sejauh ini, kuasa hukum pribadi Eggi belum merespon tawaran bantuan hukum dari BPN. Sahroni menyebut tak etis BPN mengambil advokasi hukum dari kuasa hukum yang telah ditunjuk langusng Eggi.
 
Baca :Eggi Sudjana Minta Bantuan Jokowi
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup menjerat Eggi, seperti video yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Penyidik juga memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Penyidik menilai penangkapan diperlukan untuk memenuhi prosedur penyidikan. Penangkapan dilakukan agar politikus PAN itu tak mangkir dari panggilan penyidik.
 
Eggi sempat menolak diperiksa. Dia meminta polisi memerika saksi dan ahli yang diajukan pihaknya. Eggi juga sedang mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat diperiksa, dia juga emoh memberikan telepon genggamnya kepada penyidik.
 
Kemudian, pada Selasa, 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB Eggi resmi ditahan. Ia dimasukkan ke dalam Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya selama 20 hari ke
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif