Ilustrasi suap - Medcom.id.
Ilustrasi suap - Medcom.id.

Kapolda Sumut Persilakan KPK Memeriksa Anak Buahnya

Nasional ott kpk
Lukman Diah Sari • 21 November 2018 13:24
Jakarta: Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto mengaku tak masalah dengan pengusutan KPK terkait dugaan aliran uang ke jajaran Polda Sumut. Pihaknya juga sedang melakukan pemeriksaan internal.
 
"(Untuk mengetahui) seperti apa masalah sebenarnya," kata Agus saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 21 November 2018.
 
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (RYB) diduga menerima suap sebesar Rp550 juta. Duit suap itu digunakan buat kepentingan pribadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK menduga uang digunakan untuk mengamankan kasus yang melibatkan istri bupati, Made Tirta Kusuma Dewi. Tirta terlibat dalam kasus dugaan suap pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) pada 2014.
 
Kasus Tirta dihentikan setelah membayar dana kegiatan PKK 2014 Kabupaten Phakpak Bharat dengan kerugian Rp143 juta.
 
Agus mengungkapkan bila ada laporan soal pejabat daerah maka dikedepankan melalui Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Bila kasus dihentikan, kata dia, berarti memang ada petunjuk untuk dihentikan penyelidikannya.
 
"Bisa saja bupati atau orang bupati dengan penyidik atau dengan siapa dia berhubungan, kalau enggak ada, enggak yang menjadi perantara atau markus," tutur dia.
 
(Baca juga:KPK Telisik Aliran Uang ke Polda Sumut)
 
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mempersilakan penelusuran yang dilakukan KPK. Dia yakin komisi bakal berbagi informasi.
 
"Ya, penyidik KPK pasti akan menyampaikan ke penyidik, pasti akan ditindak kalau ada penyimpangan," ucap dia.
 
Dedi mengungkapkan kasus yang membelit istri Remigo masih tahap penyelidikan. Dari klarifikasi penyidik ke Inspektorat Pemda Phakpak Barat, Tirta telah mengembalikan dana kegiatan PKK 2014 Kabupaten Phakpak Barat sebesar Rp143 juta.
 
"Yang bersangkutan sudah mengembalikan ke kas negara. Dan minggu lalu oleh Dit Krimsus penyelidikan dihentikan," beber dia.
 
KPK menangkap Remigo pada Minggu 18 Oktober 2018. Dalam penangkapan itu penyidik mengamankan duit Rp150 juta.
 
Selain Remigo, KPK menetapkan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK) dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE) sebagai tersangka. Remigo dan David diduga menerima suap berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.
 
(Baca juga:Remigo Diduga Pakai Duit Suap buat Mengamankan Kasus Istri)

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi