Petinggi PT Jhonlin Marine Trans Dipanggil KPK
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Direktur PT Jhonlin Marine Trans Ken Leksono dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (ZH).

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ZH," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

Penyidik juga memanggil empat saksi lain. Tiga dari pihak swasta, yakni Tamrin, Dewi, dan Burhanuddin Abdul Hamid. Satu saksi lain adalah arsitek Fivindria Sepran.


Zainudin sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka suap terkait proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan. Zainudin dijerat bersama anggota DPRD Lampung dari Fraksi PAN Agus Bhakti Nugroho, pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan dan Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara.

Dalam kasus ini, Zainudin dan Agus diduga mengatur proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan. Terdapat empat proyek yang diatur Zainudin dan Agus untuk diberikan kepada CV 9 Naga.

Proyek-proyek itu di antaranya, box culvert Waysulan dan rehabilitasi ruang Jalan Banding Kantor Camat Rajabasa yang dimenangkan CV Langit Biru. Ada pula proyek peningkatan ruas Jalan Kuncir Curug yang dimenangkan CV Menara 9, dan peningkatan ruas Jalan Lingkar Dusun Tanah Luhur Batas Kota yang dimenangkan CV Laut Merah.

Baca: Dokter RS Pondok Indah Diperiksa Kasus TPPU Zainudin

Pada proses pengembangan, KPK kembali menetapkan Zainudin sebagai tersangka kasus TPPU. Zainudin diduga menerima uang dari Agus Bhakti yang bersumber dari proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan senilai Rp57 miliar. 

Uang itu diterima Zainudin dalam rentan waktu 2016 sampai 2018. Uang itu bagian fee-nya Zainudin dari nilai proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id