Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Rekaman Suara Hoaks Dibedah Polisi

Nasional surat suara pemilu surat suara pilpres 2019 hoax
Ilham Pratama Putra • 04 Januari 2019 17:53
Jakarta: Mabes Polri sedang mengusut pembuat rekaman suara hoaks soal tujuh kontainer asal Tiongkok berisikan surat suara tercoblos. Rekaman suara nantinya akan diidentifikasi di Laboratorium Forensik (Labfor).

"Nanti dari suara tersebut akan dikonfrontir ke pemilik suara itu. Kalau sudah tertangkap, disamakan dan di-match-kan gelombang suaranya," kata Kepala Biro Pelayanan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jumat, 4 Januari 2019.

Dalam kasus ini, Polri sudah mengamankan dua orang, HY asal Bogor, Jawa Barat, dan LS asal Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai penerima dan penyebar rekaman suara. Sekarang, keduanya sedang dimintai keterangan di Polda Jawa Barat dan Polda Kalimantan Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Nanti akan mempertajam siapa yang betul-betul membuat voice-nya, kemudian menyebarkan pertama kali dan juga memviralkan. Itu yang akan kita kejar terus," ungkap Dedi. Keterangan HY dan LS akan dianalisa lagi dengan alat bukti yang ada. Dedi mengatakan HY dan LS memiliki sumber yang berbeda. Mereka menerima rekaman suara dari grup tanpa mengecek ulang kebenaran dan langsung memviralkannya.

"Ya nanti hasilnya apa, hasilnya nanti akan dikonfirmasi ke Tim Siber pusat sini. Dengan melihat berbagai alat bukti yang dimiliki," pungkas dia.

Sebelumnya, beredar kabar ada tujuh kontainer dari Tiongkok yang masing-masing berisi 10 juta surat suara tercoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hoaks itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta pesan berantai. 

Baca: Fahri Anggap KPU Berlebihan

Kabar itu semakin ramai setelah Andi Arief ikut mencuitkan info itu melalui akun Twitter pribadinya @AndiArief_. Dia meminta pihak terkait memastikan isu itu.

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," kicau Andi. 

Informasi itu dicuitkan Andi pada Rabu, 2 Januari 2019 sekitar pukul 20.05 WIB. Namun, beberapa saat kemudian, Andi menghapus tulisnnya tersebut.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan kabar itu bohong setelah mengecek langsung ke lapangan. KPU dan Bawaslu pun melaporkan kasus penyebaran informasi bohong ini ke polisi.





(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi