Pengacara Rizieq, Munarman/Media Indonesia.
Pengacara Rizieq, Munarman/Media Indonesia.

Munarman Tuding Diperkarakan Agar Tak Ikut Pemilu 2024

Fachri Audhia Hafiez • 15 Desember 2021 13:40
Jakarta: Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman, mengeklaim ada motif di balik penetapannya sebagai terduga pelaku menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme. Penetapan tersangka itu dituding agar Munarman tak berpatisipasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
 
"Sebagai upaya mencegah saya untuk berpartisipasi dalam proses Pemilu 2024," kata Munarman saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu, 15 Desember 2021.
 
Menurut Munarman, para komplotan yang telah memperkarakannya menargetkan masa pemenjaraan minimal hingga melewati Pemilu 2024. Dia mengeklaim tak pernah berkeinginan ikut kontestasi politik itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terbesit pun dalam pikiran tidak ada, apalagi rencana menjadi pesaing mereka dalam kontestasi politik tersebut, saya tidak punya agenda merebut kekuasaan mereka," ucap Munarman.
 
Selain itu, Munarman menuding penetapan tersangka teroris untuk menghalangi advokasi hukum internasional terhadap kasus tewasnya enam orang pengawal Habib Rizieq di Tol Cikampek kilometer 50. Lalu, adanya kebencian yang mendalam secara ideologis terhadap Islam.
 
"Sehingga, suara kritis dan aspirasi dari umat Islam harus dibungkam dan dimusnahkan melalui rekayasa yang sedemikian rupa," ucap Munarman.
 
Baca: Eksepsi Munarman, Minta Dibebaskan hingga Pembatalan Perkara
 
Munarman didakwa merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme secara sengaja. Dia menggunakan cara-cara berupa ancaman kekerasan yang diduga untuk menimbulkan teror secara luas.
 
Munarman juga diduga menyebar rasa takut hingga potensi menimbulkan korban secara luas. Selain itu, rencana perbuatannya juga mengarah pada perusakan fasilitas publik.
 
Perbuatan Munarman diduga dilakukan pada Januari hingga April 2015. Munarman menggerakkan aksi terorisme di Sekretariat FPI Kota Makassar, Markas Daerah Laskar Pembela Islam (LPI) Sulawesi Selatan, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Sudiang Makassar, dan aula Pusat Pengembangan Bahasa (Pusbinsa) UIN Sumatra Utara.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif