Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR Ma’ruf Cahyono. Branda Antara
Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR Ma’ruf Cahyono. Branda Antara

Negara Perlu Haluan untuk Hadapi Radikalisme dan Terorisme

Antara • 28 Maret 2022 12:53
Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR Ma’ruf Cahyono mengatakan Indonesia memerlukan haluan negara untuk menghadapi gangguan radikalisme dan terorisme secara konsisten. Hal ini sesuai cita-cita para pendiri bangsa.
 
“Radikalisme, terorisme, intoleransi, dan lain-lain tentu akan mengganggu jalannya negara. Mengganggu cita-cita mulia pendiri bangsa. Oleh karena itu, haluan negara itu penting dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Cahyono saat memberi sambutan dalam seminar nasional bertajuk, Moderasi Beragama: Umat Rukun, Indonesia Maju, yang disiarkan di kanal YouTube Universitas Muhammadiyah Purwokerto TV, dipantau dari Jakarta, Senin, 28 Maret 2022.0
 
Cahyono mengatakan MPR sedang menggagas Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) agar negara memiliki arah yang jelas dalam perkembangannya. Dia menilai haluan negara sebagai unsur yang penting untuk memastikan pembangunan Indonesia tidak keluar dari dasar-dasar pemikiran dan cita-cita pendiri bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tanpa haluan, negara tidak akan memiliki arah,” ucap dia.
 
Berkaca dari pandemi covid-19, kata dia, Indonesia tidak bisa menolak atau menghindari kedatangannya. Tidak ada pilihan lain selain menghadapi dan mengarahkan kebijakan negara untuk mengatasi tantangan tersebut.
 
“Kita tidak akan mampu untuk menolak datangnya angin besar saat kita berlayar di lautan. Yang bisa kita lakukan adalah mengarahkan layarnya,” tutur Cahyono.
 
Baca: Indonesia Butuh Pemuda Militan Melawan Narasi Terorisme
 
PPHN akan berperan sebagai layar dalam mengarahkan pembangunan Indonesia di tengah berbagai potensi gangguan dan ancaman negara. Terlebih, Indonesia akan menghadapi era yang penuh ketidakpastian dan era yang sangat kompleks dalam hal permasalahan keragaman.
 
“Jika kita tidak memiliki haluan dan layar yang bisa kita arahkan menuju tempat kita mendarat, maka tidak akan ada Indonesia yang merdeka, Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang bersatu, atau Indonesia yang adil dan makmur,” ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif