Sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi terkait izin ekspor benih lobster atau benur. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi terkait izin ekspor benih lobster atau benur. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Saksi Sebut Perusahaan Kargo Ekspor Lobster Punya Menhan Prabowo

Nasional KPK kasus korupsi Lobster OTT KPK Edhy Prabowo
Fachri Audhia Hafiez • 28 April 2021 17:04
Jakarta: Nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto muncul dalam persidangan kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur. Prabowo diduga terkait dengan perusahaan kargo ekspor lobster PT Aero Citra Kargo (ACK).
 
Awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan kepada  Manajer Ekspor Impor PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP), Ardi Wijaya, perihal pemilik PT ACK.  
 
"Tidak tahu (pemilik PT ACK)," kata Ardi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 28 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Ardi mengaku ada diskusi dengan Direktur PT DPPP Suharjito mengenai pemilik PT ACK. Hal itu diketahui ketika berdiskusi perihal perusahaan yang ditunjuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjalankan ekspor benur.
 
Ardi menyebut ada dua perusahaan yang ikut ekspor, PT ACK dan PT Graha Global Logistik (PT GGL). Namun, hanya PT ACK yang menjalankan kegiatan ekspor benur.
 
Jaksa lantas mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Ardi Wijaya. Pada BAP tersebut ada perbincangan antara Ardi dan Direktur PT DPPP Suharjito.
 
(Baca: 8 Saksi Ungkap Fakta Suap Edhy Prabowo dalam Sidang Hari Ini)
 
"Suharjito kemudian menimpali bahwa PT ACK itu tidak bisa dipecah oleh orang lain (atau) dipergunakan orang lain. Karena punya Prabowo khusus," ujar salah satu JPU KPK saat persidangan.
 
Jaksa menanyakan kepada Ardi sosok Prabowo yang dimaksud. Pasalnya, terdakwa pada perkara ini ialah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
 
"Ini yang saya tangkap beliau (Suharjito) pasti mengaitkan itu dengan Pak Prabowo. Prabowo, Menteri Pertahanan," ucap Ardi.
 
Namun, Ardi mengaku tidak mencari tahu Prabowo yang dimaksud. "Tapi saya enggak tanyakan balik dan memperjelas, Pak Suharjito yang ngomong," ucap Ardi.
 
Edhy didakwa menerima suap Rp25,7 miliar atas pengadaan ekspor benih lobster atau benur. Uang itu diterima Edhy melalui dua mata uang.
 
Politikus Gerindra itu diduga menerima uang US$77 ribu atau sekitar Rp1,12 miliar melalui asisten pribadinya Amiril Mukminin dan staf khusus menteri kelautan dan perikanan Safri. Duit itu diterima dari pemilik PT Dua Putera Perkasa, Pratama Suharjito.
 
Edhy juga diduga menerima Rp24,62 miliar melalui Amiril, staf istri menteri kelautan dan perikanan Ainul Faqih, staf khusus menteri kelautan dan perikanan Andreau Pribadi Misanta, dan pengurus PT ACK Siswadhi Pranoto Loe.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif