Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Theofilius
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Theofilius

Mahfud: Tindak Penembak Pendeta Yeremia Tanpa Pandang Bulu

Nasional penembakan papua pembunuhan komnas ham
Emir Chairullah • 05 November 2020 01:21
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan pelaku penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua, akan diproses hukum tanpa pandang bulu. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan kemanusiaan di Papua tanpa kekerasan.
 
Mahfud sudah menerima hasil investigasi penembakan pendeta Yeremia dari Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan sejumlah komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, Beka Ulung Hapsara, dan M Choirul Anam. Mahfud menyampaikan laporan investigasi dari Komnas HAM tak berbeda dengan hasil penyelidikan tim gabungan pencari fakta (TGPF) bentukan pemerintah.
 
"Ada beberapa temuan-temuan yang sama, tentang peristiwa kekerasan di Intan Jaya, yang berbeda-beda dikit soal sudut pandang dan segi-segi teknisnya. Menko Polhukam dan Komnas HAM itu sama persis memiliki keinginan dalam melaksanakan penegakan perlindungan hak asasi manusia yang jauh dari kekerasan dalam menyelesaikan masalah," ujar Mahfud usai menerima hasil investigasi Komnas HAM terhadap kasus kekerasan di Intan Jaya, Rabu, 4 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahfud mengatakan laporan Komnas HAM akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo untuk segera ditindaklanjuti. "Kita akan tindaklanjuti melalui jalur yang tersedia, yaitu penegakan hukum tanpa pandang bulu kepada siapa pun," tegasnya.
 
Baca: Polri Menilai Simpulan Komnas HAM Soal Pendeta Yeremia Prematur
 
Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengapresiasi respons baik pemerintah atas laporan investigasi Intan Jaya. Damanik menyebut hasil laporan Komnas HAM sangat lengkap. Ada detail peristiwa, konstruksi masalahnya, dan tujuh rekomendasi untuk pemerintah.
 
"Salah satunya adalah penegakan hukum, seperti yang dikatakan Pak Menko, tanpa pandang bulu, harus akuntabel, dan meyakinkan seluruh masyarakat, terutama memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarga korban," paparnya.
 
Damanik mengatakan perlu ada pemulihan keamanan dan sosial dalam penanganan kasus Intan Jaya. Dengan begitu, masyarakat bisa beraktivitas seperti semula, terutama bagi anak-anak bisa kembali bersekolah.
 
"Sangat berharap agar pemerintah, Pak Menko (Mahfud MD) dan Pak Presiden, memastikan proses hukum sesuai dengan yang direkomendasikan," ujarnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif