Terdakwa Kuat Ma'ruf di PN Jaksel/Medcom.id/Fachri
Terdakwa Kuat Ma'ruf di PN Jaksel/Medcom.id/Fachri

Dituntut 8 Tahun Penjara, Kuat Ma'ruf Minta Dibebaskan

Fachri Audhia Hafiez • 24 Januari 2023 13:03
Jakarta: Terdakwa Kuat Ma'ruf minta dibebaskan dari tuntutan hukuman selama delapan tahun penjara terkait pembunuhan Brigadir J. Hal itu disampaikan dalam nota pembelaan atau pleidoinya yang dibacakan oleh tim penasihat hukum Kuat Ma'ruf, Irwan Irawan.
 
"Membebaskan terdakwa Kuat Ma'ruf dari segala dakwaan (verkapte vrijspraak), atau setidak-tidaknya dinyatakan lepas dari segala tuntutan (onslag van alle rechtsvervolging)," kata Irwan saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa, 24 Januari 2023.
 
Kuat Ma'ruf dinilai tidak berhubungan dengan fakta hukum di persidangan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Sopir keluarga terdakwa Ferdy Sambo itu minta majelis hakim memutuskan peristiwa hukum yang disebut jaksa penuntut umum tak terbukti.
 

Baca: Bacakan Pembelaan, Kuat Ma'ruf Kutip Surat Ar-Rahman Ayat 9


"Mohon kiranya Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo berkenan menyatakan terdakwa Kuat Ma'ruf tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana," ucap Irwan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, bila majelis hakim menyatakan Kuat Ma'ruf bersalah, maka dimohon menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya. Kuat Ma'ruf merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Terdakwa lainnya adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Kuat Ma'ruf dihukum selama delapan tahun penjara. Tuntutan hukuman itu senada dengan Ricky Rizal Wibowo dan Putri Candrawathi.
 
Sementara, Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dituntut penjara selama 12 tahun.
 
Pada perkara tersebut, mereka dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif