Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Eks Menag Dibidik KPK

Nasional OTT Romahurmuziy
M Sholahadhin Azhar • 21 Januari 2020 12:53
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membedah vonis eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy (Romy). Keterlibatan eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didalami.
 
"Terkait itu (peran Lukman) tentunya bagian dari yang kami pelajari," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Menurut dia, KPK akan mengembangkan kasus sesuai dengan fakta. Pintu pengembangan perkara terbuka dengan penerapan Pasal 55 KUHP di vonis Romy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam Pasal 55, pihak yang berkaitan dengan pelaku korupsi bisa dipidana dengan ancaman serupa. Jika peran Lukman sesuai dengan alat bukti, KPK bisa langsung mengusutnya.
 
"Sekarang posisinya menjadi saksi, tentunya ada kemungkinan untuk bisa dilakukan penyidikan lebih lanjut," kata Ali.
 
Menurut dia, kasus Romy berpotensi dikembangkan. Pihak lain yang harus bertanggung jawab bakal dikejar.
 
"Makanya itu kami pelajari lebih lanjut fakta-fakta dari putusan majelis hakim tersebut yang mengkaitkan dengan Pak Lukman," kata Ali.
 
Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan hukuman dua tahun penjara pada Romy. Dia terbukti menerima suap terkait jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).
 
"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ujar Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.
 
Romy juga diminta membayar denda Rp100 juta. Romy bakal dihukum tiga bulan penjara bila tak sanggup membayar denda.
 
Majelis hakim menilai Romy terbukti menerima Rp255 juta dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. Lukman Hakim juga disebut menerima suap Rp70 juta.
 
Romy dan Lukman disebut terbukti mengintervensi panitia sehingga Haris lolos dan dilantik menjadi kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Keduanya menyadari tentang perbuatan rasuah, tetapi tetap dilakukan.
 
"Serta saling membagi peran satu dengan lainnya," kata anggota majelis hakim Rianto Adam Pontoh.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif