Mantan Dirut PT PLN Sofyan Basir. Foto: MI/Bary Fathahilah
Mantan Dirut PT PLN Sofyan Basir. Foto: MI/Bary Fathahilah

Hakim: Sofyan Basir Tak Mengetahui Pembagian Fee

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Fachri Audhia Hafiez • 04 November 2019 15:59
Jakarta: Majelis hakim menyebut eks Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir tak menyadari adanya pembagian fee dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Pertimbangan ini menjadi salah satu faktor Sofyan divonis bebas murni.
 
"Terdakwa tidak mengetahui dan tidak memahami," kata hakim Anwar saat membacakan amar putusan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 4 November 2019.
 
Dalam dakwaan jaksa, pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo menyetujui pemberian fee proyek pembangunan PLTU Riau-1 sebesar 2,5 persen dari nilai proyek atau USD25 juta (Rp350 miliar). Pasalnya, perusahaan yang dibawa Kotjo diatur sedemikian rupa bersama eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih agar lolos menggarap proyek itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertimbangan hakim berangkat dari keterangan Kotjo maupun Eni dalam persidangan. Eni dan Kotjo kompak menyebut Sofyan tak mengetahui mengenai pembagian fee tersebut.
 
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis bebas Sofyan Basir dari dakwaan pertama maupun kedua jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK). Peran membantu atau memfasilitasi terkait kesepakatan proyek PLTU Riau-1 dinilai tak terbukti.
 
Pasal yang menjerat Sofyan pun gugur. Pasal yang dimaksud ialah Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif