Wakil Presiden (Wapres), KH Ma'ruf Amin, berkunjung ke lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 14 Januari 2022/Kominfo Lumajang.
Wakil Presiden (Wapres), KH Ma'ruf Amin, berkunjung ke lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 14 Januari 2022/Kominfo Lumajang.

Wapres Sebut Huntara di Lumajang Perkampungan Relokasi Ideal

Nasional maruf amin gunung semeru Gunung Semeru Meletus Gunung Semeru Erupsi
Daviq Umar Al Faruq • 14 Januari 2022 18:57
Lumajang: Wakil Presiden (Wapres), KH Ma'ruf Amin, berkunjung ke lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 14 Januari 2022. Wapres menyebutkan bahwa huntara ini merupakan model perkampungan relokasi yang ideal.
 
"Ini betul-betul pemukiman yang ideal, bagus, air minumnya setiap keluarga sudah disiapkan, bahkan pengolahan limbahnya juga, ini disiapkan dalam perencanaan yang terpadu. Ini model perkampuangan yang ideal," ujarnya saat meninjau tempat relokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 14 Januari 2022.
 
Ma'ruf pun mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dalam mempersiapkan pembangunan huntara. Ia berharap agar pembangunannya bisa segera diselesaikan agar para pengungsi kembali hidup normal. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu permintaan saya secepatnya sesuai dengan permintaan para pengungsi agar hari raya bisa ditempati," ujarnya.
 

Wapres Sebut Huntara di Lumajang Perkampungan Relokasi Ideal
Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menjelaskan untuk kelangsungan perekonomian pasca bencana, ia mempersilakan lahan milik warga terdampak erupsi Gunung Semeru tetap menjadi haknya. Namun dengan catatan peruntukannya bukan untuk hunian kembali. 
 
Baca: Ada 18 Korban Insiden Lingkaran Setan di Ciamis
 
Selain itu ia juga akan membangun kandang terpadu agar masyarakat mendapatkan penghasilan dari itu.
 
"Kita saat ini sedang merencanakan pembangunan kandang terpadu, untuk pertanian lahan yang mereka miliki tetap menjadi lahan mereka. Tentu butuh waktu untuk mereka bercocok tanam kembali, mungkin bisa dijadikan tanaman perkebunan seperti sengon atau lainnya," katanya.
 
Bupati menargetkan dalam 1,5 bulan ke depan proses pembangunan Huntara dapat dirampungkan secara keseluruhan. Dalam prosesnya, pembangunan akan dikerjakan bersama-sama oleh seluruh relawan maupun non governmental organization (NGO).
 
"Secara bersamaan akan dibangun, semoga dalam waktu 1,5 bulan ini semoga secara keseluruhan bisa selesai, kita prioritaskan dulu yang mempunyai balita, anak-anak dan Lansia. Secara beriringan jika pembangunan hunian sementara sudah, hunian tetapnya bisa langsung dilakukan pembangunan," terangnya.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif