Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Kok Bisa, Warga Penerima BLT BBM di Yogyakarta Punya Mobil

Ahmad Mustaqim • 22 September 2022 11:12
Yogyakarta: Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Kota Yogyakarta disebut tak tepat sasaran. Forum Pemantuan Independen (Forpi) Kota Yogyakarta mendapati salah satu penerima BLT BBM memiliki mobil. 
 
"Ada warga yang mendapatkan bantuan BLT BBM memiliki kendaraan roda empat," kata anggota Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba pada Kamis, 22 September 2022. 
 
Dari aduan masyarakat Kampung Bintaran Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, yang diterima Rabu, 21 September 2022 itu, pihaknya langsung menelusuri kebenaran informasi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, hasil informasi di lapangan menyebut ada dua mobil yang terparkir sepanjang pinggir jalan depan gapura kampung di dekat lokasi penyaluran BLT BBM. 
 
Baca: Kantor Pos Baturaja Terima Data Tambahan 1.000 Penerima BLT BBM

"Menurut informasi warga sekitar bahwa dua mobil tersebut milik kedua warga yang kebetulan kakak-beradik mendapatkan bantuan Bansos BLT BBM," ujarnya. 
 
Setelah itu, Forpi Kota Yogyakarta menanyakan ke salah satu warga penerima bansos BLT BBM itu dan mengaku memiliki mobil untuk usaha jualan sosis. Warga tersebut pun mengaku tidak mendapatkan bansos BLT BBM namun menyebut nominal angka Rp500 ribu bansos BLT BBM.
 
Selain itu, Forpi Kota Yogyakarta juga mendapati laporan adanya warga yang mendapatkan bantuan masih memiliki hubungan keluarga dengan Ketua RT. Kemudian, ada warga miskin tapi tidak pernah mendapatkan bantuan sama sekali dan informasi seorang janda yang tak mendapatkan bantuan. 
 
"Dari informasi yang Forpi Kota Yogyakarta dapatkan bahwa warga tersebut benar seorang janda, almarhum suaminya seorang pensiunan PNS Angkatan Laut, memiliki usaha jualan makanan di daerah Timoho dan memiliki rumah tingkat," ujarnya. 
 
Baharuddin mengungkapkan ada salah warga yang mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sama sekali dari pemerintah dan bekerja sebagai tukang sapu di pasar. Saat diklarifikasi langsung, dari kondisi rumah yang diperlihatkan masih layak huni meskipun kecil. 
 
Umi Hidayati juga dari Forpi Kota Yogyakarta mengungkapkan ada sekitar 20 orang yang mengadu sejak posko aduan bantuan BLT BBM yang dibuka sejak 10-20 September 2022. Aduan itu baik yang datang langsung datang ke kantor Forpi Kota Yogyakarta maupun melalui layanan aduan melalui whatsapp. 
 
"Posko aduan bantuan BLT BBM tetap dibuka hingga penyaluran Dana Transfer Umum (DTU) kepada 4.276 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) rampung tersalurkan," kata Umi. 
 
Ia menambahkan, temuan-temuan atau aduan yang masuk akan disampaikan ke Dinas Sosial Pemerintah Kota Yogyakarta. Ia berharap aduan itu dapat disampaikan ke Kementerian Sosial sebagai bahan evaluasi untuk membenahi penyaluran bansos BLT BBM maupun bansos lainnya ke depan agar bansos bisa lebih tersalurkan dengan tepat sasaran. 
 
"Akurasi data penerima bantuan sosial berupa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS di Kemensos masih banyak ditemukan masalah dan segera diperbaiki karena beberapa temuan dilapangan warga yang justru mampu mendapatkan bantuan. Selain itu hal yang penting adalah edukasi kepada masyarakat terkait mental memiskinkan diri yang harus dihilangkan," ungkapnya. 
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif