Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Jabar Siapkan 15 Gedung Isolasi Tambahan

Media Indonesia.com • 14 Desember 2020 22:31
Bandung: Pemerintah Jawa Barat terus mematangkan rencana penyiapan 15 gedung tambahan untuk ruang isolasi pasien covid-19. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, tengah mengusulkan kepada pemerintah pusat soal strategi dan beberapa opsi lokasi gedung tambahan untuk isolasi mandiri pasien covid-19.
 
Salah satunya, potensi  tambahan dari TNI Angkatan Darat yang akan meminjamkan Kantor Pusdik dan Secapa di Kota Bandung selama satu bulan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menganalisis rasio gedung tambahan dengan ketersediaan tenaga kesehatan.
 
"Apabila ada kekurangan SDM, maka akan ada subsidi silang dengan kota/kabupaten yang kasusnya rendah," ujarnya Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- di Bandung, Jawa Barat, Senin, 14 Desember 2020.

Jika masih belum cukup, Komite Kebijakan Covid-19 Jabar akan meminta bantuan TNI/Polri untuk mengaktifkan tenaga kesehatan mereka. Selain itu, dia juga berjanji akan mengaktifkan relawan yang telah direkrut, dan bakal menambah lebih banyak relawan.
 
Baca: Protokol Kesehatan di Makassar Diperketat saat Natal Tahun Baru
 
Dia yakin semuanya berjalan lancar, sehingga rasio keterisian tempat tidur bisa turun. Saat ini tingkat keterisian mencapai 75%.
 
"Mungkin minggu depan bisa turun dengan bertambahnya jumlah tempat tidur dan ruang isolasi mandiri," ucapnya.
 
Meski makin banyak pasien, namun  tingkat kesembuhan di Jawa Barat per 13 Desember 2020 tetap tinggi yakni 81,98%, sementara angka nasional 81,90%. Tingkat kematian 1,6% di bawah angka nasional 3,0%.
 
Trennya menurun selama 14 hari terakhir. Angka reproduksi efektif (Rt) per 9 Desember 2020 di angka 1,61. Selama sepekan terakhir ada ada delapan daerah yang mmasuk zona merah (risiko tinggi) yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Depok, dan Cimahi.
 
"Kepada yang ada di zona merah untuk terus memerhatikan potensi yang akan terjadi," ucapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>