Ribuan demonstran yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja merobohkan pintu gerbang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah. (Foto: Medcom.id/Mustholih)
Ribuan demonstran yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja merobohkan pintu gerbang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah. (Foto: Medcom.id/Mustholih)

Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja Dobrak Gerbang DPRD Jateng

Nasional undang-undang unjukrasa buruh Omnibus Law
Mustholih • 07 Oktober 2020 13:55
Semarang: Ribuan demonstran yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja merobohkan pintu gerbang kantor DPRD Jawa Tengah. Aliansi mahasiswa dan buruh di Kota Semarang itu menuntut audensi dengan seluruh anggota DPRD Jateng.
 
"Kami meminta audiensi terbuka. Kami tidak mau perwakilan kami yang menemui mereka. Mereka yang harus datang menemui kami," kata Abi, salah satu orator, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Terkait penolakan UU Cipta Kerja, Abi memastikan aksi tidak akan dilakukan secara damai apabila tidak ada legislator yang menemui mereka. "Kita tidak akan memberi aspirasi baik-baik sebelum ada DPRD yang datang," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di awal-awal aksi, massa dari mahasiswa dan buruh langsung bergerak merobohkan pintu gerbang DPRD Jateng. Akibat tindakan anarkistis tersebut seorang anggota Resmob Polrestabes Semarang mengalami luka pada bagian kaki sehingga dibawa ke rumah sakit.
 
Baca juga:9 Mahasiswa Diduga terkait Kerusuhan Aksi di Bandung Ditangkap
 
Meski diwarnai ketegangan, aksi menolak UU Cipta Kerja masih terkendali. Demonstran dan anggota Polisi masing-masing berusaha menahan diri untuk tidak saling bertindak anarkistis.
 
Seorang anggota DPRD Jawa Tengah, Bambang Eko, menemui demonstran untuk menerima aspirasi mereka. Wakil Ketua Baleg DPRD Jawa Tengah itu berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa dan buruh ke Jakarta.
 
"Aspirasi panjenengan sudah kami terima, secepatnya kita bahas, kemudian akan kita bawa ke DPR RI. Hari ini aspirasi panjenengan sudah sampai kepada yang diinginkan," jelas Bambang.
 
Menurut Bambang, tidak semua anggota DPRD Jateng bisa menemui demonstran. Sebab, para wakil rakyat sedang ada kegiatan dinas di Surakarta, Jawa Tengah.
 
"Di gedung DPRD sedang tidak ada agenda. Seluruh anggota lagi ada kegiatan dinas di Surakarta," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif