Terdakwa pencabulan santriwati, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) atau Bechi, saat dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Senin, 15 Agustus 2022. (Medcom.id/Amal)
Terdakwa pencabulan santriwati, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) atau Bechi, saat dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Senin, 15 Agustus 2022. (Medcom.id/Amal)

Bechi Tantang Pelapor Sumpah Mubahalah Soal Perkara Pencabulan

Amaluddin • 15 Agustus 2022 19:43
Surabaya: Terdakwa pencabulan santriwati, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi, menantang pelapor untuk melakukan sumpah Mubahalah. Tantangan itu bertujuan untuk membuktikan benar dan tidaknya aksi pencabulan yang dituduhkan terhadapnya.
 
Dalam agama Islam, sumpah Mubahalah adalah sumpah dengan nama Allah SWT. Siapa yang mengingkari kebenaran melalui sumpah tersebut dipercaya akan diberi laknat oleh Allah SWT.
 
"Ayo, saya tantang sumpah mubahalah untuk membuktikan," kata Bechi usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin, 15 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi hari ini berlangsung hampir sembilan jam, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Namun, baru satu dari lima orang saksi yang sudah menjalani pemeriksaan saat sidang.
 
"Empat saksi lainnya akan diperiksa di hari berikutnya, Kamis dan Jumat besok," kata JPU yang juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang, Tengku Firdaus.
 
Secara umum, kesaksian saksi pelapor menurut dia tidak bertolak belakang dengan dakwaan yang disusun jaksa. Sayangnya, dia enggan menjelaskan detil kesaksian karena sidang berlangsung tertutup.
 
Baca: Ada 40 Saksi, Sidang Bechi Akan Digelar 3 Kali dalam Sepekan
 
"Kesaksian mendukung dakwaan," katanya.
 
MSA hadir dalam sidang tersebut untuk pertama kalinya setelah Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya pada sidang pekan lalu mengabulkan permintaan tim kuasa hukum MSA agar dihadirkan saat proses persidangan. Menurutnya, sidang offline akan ditinjau kembali apabila timbul gangguan apalagi sampai berpotensi menyebarkan Covid-19.
 
Dalam perkara tersebut, MSA didakwa tiga pasal yakni Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan maksimal ancaman pidana 12 tahun.
Kemudian Pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun dan Pasal 294 KUHP ayat 2 dengan ancaman pidana 7 tahun juncto pasal 65 ayat 1 KUHP.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif