Banjir di Kabupaten Garut, Jabar. (DOK BNPB)
Banjir di Kabupaten Garut, Jabar. (DOK BNPB)

Puluhan Rumah di Mandalakasih Garut Terendam Banjir

Nasional banjir cuaca ekstrem bencana alam Bencana Banjir
Medcom • 28 Oktober 2021 14:42
Jakarta: Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Cipalebuh di Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, meluap. Walhasil puluhan rumah di Desa Mandalakasih terendam pada Rabu sore, 27 Oktober 2021. 
 
"Merujuk data yang dikeluarkan Pusdalops BNPB pada Kamis, 29 Oktober 2021, pukul 00.00 WIB, terdapat  31 rumah terdampak banjir," ujar Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi. 
 
Dia menyebut, tinggi muka air mulai 30 hingga 50 sentimeter. Banjir tersebut juga menyebabkan 26 KK terdampak, sementara lima KK di antaranya mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menerangkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut terus berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pamengpeuk untuk memantau banjir. Selain itu, sejumlah tim gabungan dan relawan dikerahkan untuk mengantisipasi banjir susulan. 
 
Dia mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari pada tanggal 28 – 29 Oktber 2021 di sejumlah wilayah di Jawa Barat. 
 
Baca: Tangsel Waspadai 30 Titik Rawan Banjir
 
Yakni di Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.
 
Analisis inaRISK menunjukan Kabupaten Garut memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. BNPB mengimbau kepada pemangku kepentingan di daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi La Nina.
 
"La Nina adalah anomali iklim global yang dapat memicu peningkatan curah hujan dan diprediksi terjadi periode Oktober 2021 hingga Februari 2022," ucapnya.
 
Masyarakat diharapkan melakukan persiapan untuk evakuasi saat banjir melanda, termasuk memahami rute evakuasi dan daerah yang lebih aman dari banjir. Kemudian mewaspadai adanya saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tertutup genangan banjir dan menghindari tersengat listrik dengan mematikan sumber listrik yang ada.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif