Tangerang: Hari pertama pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang, Banten, masih banyak masyarakat yang tidak memakai masker dan tak jaga jarak. Pelanggaran itu salah satunya terlihat di cek poin di perbatasan Tangerang-Serang.
Sukandi, warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, melanggar jaga jarak dan tidak memakai masker. Ia mengaku lupa dan terpaksa pindah ke bagian belakang truk pikap saat berkendara bersama rekannya.
"Maskernya ketinggalan di rumah. Dari Cikande mau ke Jayanti ini ada keperluan ke tempat saudara," kata Sukandi, Sabtu, 18 April 2020.
Di lokasi yang sama, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengaku hari pertama PSBB difokuskan pada sosialisasi. Masyarakat yang belum memakai masker, akan diberikan masker gratis oleh petugas.
Baca juga: 73 Pegawai Puskesmas Berstatus ODP Isolasi Mandiri
"Kendaraan umum harus terisi 50 persen, harus pakai masker, harus berjarak. Yang belum pakai masker dikasih masker, masih dikasih imbauan dan sosialisasi," ujar Zaki.
Pemandangan serupa juga terjadi di perbatasan Tangerang-Kabupaten Bogor. Sejumlah pekerja proyek perumahan di kawasan Bogor, yang menumpang truk melintasi Jalan Raya Parungpanjang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, harus dihentikan petugas.
"Kami beri teguran lisan untuk tidak menumpang di bak truk. Kami juga pastikan semua penumpang memakai masker dan menjaga jarak selama di dalam bak truk," terang salah satu petugas.
Selain, truk yang kedapatan membawa orang, petugas TNI juga memberhentikan tiga orang pesepeda yang sedang berolahraga tanpa menggunakan masker. Petugas pun memberikan masker gratis.
"Sekarang kemana-mana harus pakai masker ya Pak," imbuhnya.
Baca juga: 3 ODP di Nabire Terinfeksi Korona
Tangerang: Hari pertama pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang, Banten, masih banyak masyarakat yang tidak memakai masker dan tak jaga jarak. Pelanggaran itu salah satunya terlihat di cek poin di perbatasan Tangerang-Serang.
Sukandi, warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, melanggar jaga jarak dan tidak memakai masker. Ia mengaku lupa dan terpaksa pindah ke bagian belakang truk pikap saat berkendara bersama rekannya.
"Maskernya ketinggalan di rumah. Dari Cikande mau ke Jayanti ini ada keperluan ke tempat saudara," kata Sukandi, Sabtu, 18 April 2020.
Di lokasi yang sama, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengaku hari pertama PSBB difokuskan pada sosialisasi. Masyarakat yang belum memakai masker, akan diberikan masker gratis oleh petugas.
Baca juga:
73 Pegawai Puskesmas Berstatus ODP Isolasi Mandiri
"Kendaraan umum harus terisi 50 persen, harus pakai masker, harus berjarak. Yang belum pakai masker dikasih masker, masih dikasih imbauan dan sosialisasi," ujar Zaki.
Pemandangan serupa juga terjadi di perbatasan Tangerang-Kabupaten Bogor. Sejumlah pekerja proyek perumahan di kawasan Bogor, yang menumpang truk melintasi Jalan Raya Parungpanjang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, harus dihentikan petugas.
"Kami beri teguran lisan untuk tidak menumpang di bak truk. Kami juga pastikan semua penumpang memakai masker dan menjaga jarak selama di dalam bak truk," terang salah satu petugas.
Selain, truk yang kedapatan membawa orang, petugas TNI juga memberhentikan tiga orang pesepeda yang sedang berolahraga tanpa menggunakan masker. Petugas pun memberikan masker gratis.
"Sekarang kemana-mana harus pakai masker ya Pak," imbuhnya.
Baca juga:
3 ODP di Nabire Terinfeksi Korona Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)