Balikpapan: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 Kota Balikpapaan, Kalimantan Timur, yang saat ini mulai disusun diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi.
Kegiatan pemulihan ekonomi tersebut di antaranya membantu permodalan atau memudahkan akses ke permodalan atau kegiatan yang sedemikian rupa yang mampu menggerakkan perekonomian seperti pameran produk.
"Sesuai arahan wali kota untuk dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD), anggaran diarahkan untuk pemulihan ekonomi," kata Sekretaris Kota Balikpapan, Sayid MN Fadly, Kamis, 18 Juni 2020.
Baca: Warga Purworejo Keluhkan Potongan Rp200 Ribu
Sayid menjelaskan penyusunan kegiatan itu akan mendapat tantangan dari penurunan nilai APBD Balikpapan. APBD sebesar Rp2,6 triliun pada 2020, diperkirakan akan berkurang hingga separuhnya. Pendapatan asli daerah (PAD) yang mencapai Rp600 miliar lebih pun diperkirakan menurun sampai 50 persen.
PAD Balikpapan tersebut bisa terpotong hingga separuh yang antara lain disebabkan kebijakan relaksasi hingga menggratiskan beberapa hal, untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi covid-19.
Namun demikian Fadly yakin selalu akan muncul model-model kegiatan kreatif untuk mengatasi persoalan tersebut. "Salah satunya sudah dikerjakan Dinas Pangan dan Pertanian bekerja sama dengan Bank Indonesia kantor Perwakilan Balikpapan serta PKK Kota Balikpapan, yakni budi daya di dalam ember ikan lele atau BUDE Lele," ungkapnya.
Balikpapan: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 Kota Balikpapaan, Kalimantan Timur, yang saat ini mulai disusun diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi.
Kegiatan pemulihan ekonomi tersebut di antaranya membantu permodalan atau memudahkan akses ke permodalan atau kegiatan yang sedemikian rupa yang mampu menggerakkan perekonomian seperti pameran produk.
"Sesuai arahan wali kota untuk dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD), anggaran diarahkan untuk pemulihan ekonomi," kata Sekretaris Kota Balikpapan, Sayid MN Fadly, Kamis, 18 Juni 2020.
Baca:
Warga Purworejo Keluhkan Potongan Rp200 Ribu
Sayid menjelaskan penyusunan kegiatan itu akan mendapat tantangan dari penurunan nilai APBD Balikpapan. APBD sebesar Rp2,6 triliun pada 2020, diperkirakan akan berkurang hingga separuhnya. Pendapatan asli daerah (PAD) yang mencapai Rp600 miliar lebih pun diperkirakan menurun sampai 50 persen.
PAD Balikpapan tersebut bisa terpotong hingga separuh yang antara lain disebabkan kebijakan relaksasi hingga menggratiskan beberapa hal, untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi covid-19.
Namun demikian Fadly yakin selalu akan muncul model-model kegiatan kreatif untuk mengatasi persoalan tersebut. "Salah satunya sudah dikerjakan Dinas Pangan dan Pertanian bekerja sama dengan Bank Indonesia kantor Perwakilan Balikpapan serta PKK Kota Balikpapan, yakni budi daya di dalam ember ikan lele atau BUDE Lele," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)