Arief suami Asih Sekarning, pasien yang diduga kehabisan oksigen di RSHS Bandung. Medcom.id/Roni Kurniawan
Arief suami Asih Sekarning, pasien yang diduga kehabisan oksigen di RSHS Bandung. Medcom.id/Roni Kurniawan

Pasien Meninggal, DPRD Kota Bandung Kaji Dugaan Kelalaian Petugas RSHS

Roni Kurniawan • 23 Mei 2022 10:32
Bandung: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung tengah mengkaji masalah terkait adanya kelalaian petugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Hal itu seiring dengan adanya warga Bandung yang meninggal diduga kelalaian petugas karena terlambat mengganti tabung oksigen.
 
Menurut Ketua Komisi D DRPD Kota Bandung, Aries Supriyatna, tengah mengimpun informasi dari berbagai pihak sebelum mengundang perwakilan RSHS guna menjelaskan terkait dugaan kelalaian petugas medis. Terlebih, hingga kini DPRD pun belum mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.
 
"Ya nanti kita akan mengundang, kebetulan sekarang ini sebagian besar lagi kegiatan Banggar (Badan anggaran). Nanti setelah selesai kegiatan Banggar kita akan rapat internal untuk mencoba mengundang Dinkes dan pihak terkait (RSHS)," ujar Aries, saat dihubungi Medcom.id, Senin, 23 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menuturkan, pihaknya nanti ingin meminta kejelasan pelayanan di RSHS terutama terkait dugaan kelalaian petugas mengganti tabung oksigen bagi pasien warga Bandung, Asih Sekarningsih, sehingga meninggal dunia saat menjalani perawatan pada 16 Mei lalu.
 
Baca juga: Yana Mulyana Minta Dinkes Telusuri Kematian Pasien Diduga Kehabisan Oksigen
 
"Kita mau klarifikasi informasi yang berkembang yang di media dengan pihak RSHS sebetulnya seperti apa. Nanti kita lihat perkembangannya apakah perlu di konfortasu atau tidak (dengan keluarga korban) karena kan ini harus dilihat secara objektif," beber Aries.
 
Ia menegaskan, jika upaya tersebut bukan untuk mencari pihak yang benar atau salah. Melainkan, lanjutnya, ingin masalah tersebut tidak terjadi serta pelayanan di rumah sakit bisa lebih baik di Bandung.
 
"Kita tidak ingin menjadikan persoalan ini malah menjadi alat untuk publiksitas, kita ingin tahu persoalannya saja, kalau ada persoalan yang perlu diluruskan," ungkapnya.
 
Sebelumnya, video yang direkam Arif Susanto viral di media sosial terkait keterlambatan petugas di RSHS Bandung untuk mengganti tabung oksigen yang sudah habis bagi istrinya, Asih. Bahkan Arif dalam video tersebut akan menuntut pihak rumah sakit karena istrinya menjadi korban kelalaian petugas yang menyebabkan istrinya meninggal.
 
Baca juga: Keluarga Pasien yang Kehabisan Oksigen Sebut RSHS Bandung Berbohong
 
Sedangkan RSHS Bandung melalui Plh Direktur Utama  Yana Ahmad, membantah jika pasien yang meninggal tersebut akibat kelalaian petugas terlambat mengganti tabung oksigen. Yana menuturkan, jika oksigen tersebut masih mengalir dan digunakan oleh pasien.
 
"Bahwa oksigen yang digunakan pasien itu tidak habis. Kalau di video yang terdengar tercermati itu, oksigennya habis, tidak sempat tergantikan. Jadi kami nyatakan, oksigen yang digunakan dan diberikan kepada pasien yang ada di media sosial itu tidak habis, oksigennya tetap sedang mengalir, tetap sedang diberikan kepada pasien," ungkap Yana, saat jumpa pera secara virtual, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Arif menyayangkan pernyataan terkait dengan tabung oksigen yang masih tersedia. Pihak RSHS pun dinilai telah menyebarkan kebohongan publik karena menutupi kejadian sebenarnya.
 
"Itu ya secara pribadi, keluarga sangat kecewa sekali, kenapa? Karena saya korban saya melihat langsung bahwa itu pernyataannya bohong, itu pernyataannya enggak benar," ujar Arif saat ditemui dikediamannya di Cicadas, Kota Bandung, Sabtu, 21 Mei 2022.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif