Arief suami Asih Sekarning, pasien yang diduga kehabisan oksigen di RSHS Bandung. Medcom.id/Roni Kurniawan
Arief suami Asih Sekarning, pasien yang diduga kehabisan oksigen di RSHS Bandung. Medcom.id/Roni Kurniawan

Keluarga Pasien yang Kehabisan Oksigen Sebut RSHS Bandung Berbohong

Roni Kurniawan • 21 Mei 2022 13:12
Bandung: Suami korban pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikit Bandung (RSHS), Arif Susanto, 36, menyayangkan pernyataan terkait dengan tabung oksigen yang masih tersedia. Pihak RSHS pun dinilai telah menyebarkan kebohongan publik karena menutupi kejadian sebenarnya.
 
"Itu ya secara pribadi, keluarga sangat kecewa sekali, kenapa? Karena saya korban saya melihat langsung bahwa itu pernyataannya bohong, itu pernyataannya enggak bener," ujar Arif saat ditemui di kediamannya di Cicadas, Kota Bandung, Sabtu, 21 Mei 2022.
 
Arif menegaskan, pernyataan yang dikeluar oleh Plh Direktur Utama RSHS Bandung, Yana Ahmad, tidak sesuai dengan fakta yang terjadi pada saat kejadian pada 16 Mei 2022. Diakuinya, terdapat dua momen yang direkam saat ia kesulitan meminta petugas untuk mengganti tabung oksigen yang sudah habis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Video yang pertama saya ambil pukul dua siang, yang kedua itu pas kejadian jang 8 malam. Jadi itu video ada dua bukan satu video," lanjutnya. 
 
Baca: Pasien Meninggal, RS Bantah Telat Beri Oksigen
 
Arif mengaku, awalnya tidak akan mempermasalahkan hal itu karena kini istrinya yakni Asih Sekarning, 34, sudah meninggal. Namun adanya pernyataan dari RSHS yang dinilai tidak sesuai fakta, Arif pun kini akan mengikuti kemauan pihak rumah sakit bahkan hingga ke jalur hukum. Padahal ia hanya ingin pihak RSHS untuk datang ke kediamannya dan meminta maaf terkait kelalaian tersebut.
 
"Ya pernyataan RSHS sangat kecewa, tadinya saya udah baik-baik, udah bijaksana, enggak nuntut apa apa, cuma pihak hasan sadikin yang bersangkutan datang ke rumah minta maaf sama saya, sama keluarga, cuma itu aja. Kenapa ko malahan dia nambah nambah masalah lagi. Saya sih kalau kedepannya kalau misalkan pihak rumah sakit gitu terus, ya udah lah saya ikutin aja maunya apa saya ikutin, mau ke jalur hukum atau apa," bebernya.
 
Sebelumnya, video yang direkam Arif viral di media sosial terkait keterlambatan petugas di RSHS Bandung untuk mengganti tabung oksigen yang sudah habis. Bahkan Arif dalam video tersebut akan menuntut pihak rumah sakit karena istrinya menjadi korban kelalaian petugas.
 
Sementara itu, RSHS Bandung melalui Plh Direktur Utama  Yana Ahmad, membantah jika pasien yang meninggal tersebut akibat kelalaian petugas terlambat mengganti tabung oksigen. Yana menuturkan, jika oksigen tersebut masih mengalir dan digunakan oleh pasien.
 
"Bahwa oksigen yang digunakan pasien itu tidak habis. Kalau di video yang terdengar tercermati itu, oksigennya habis, tidak sempat tergantikan. Jadi kami nyatakan, oksigen yang digunakan dan diberikan kepada pasien yang ada di media sosial itu tidak habis, oksigennya tetap sedang mengalir, tetap sedang diberikan kepada pasien," ungkap Yana saat jumpa pera secara virtual, Jumat, 20 Mei 2022.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif