Klaten: Dulu, Kampung Girpasang Klaten hanyalah kawasan terpencil di lereng Gunung Bibi. Namun, kini suasananya berbeda. Wilayah ini kini jadi tujuan wisatawan untuk menikmati sensasi naik gondola atau kereta gantung.
Kampung Girpasang ada di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, lokasinya berada di dataran tinggi, tepatnya hanya 4 kilometer dari puncak Gunung Merapi membuatnya memiliki pemandangan alam yang cantik. Warga desa ini benar-benar memaksimalkan pemandangan ini dan menjadikannya tujuan wisata.
Daya tarik utama dari kampung ini adalah tebing yang jadi pemisah dua dusun, yakni dusun Girpasang dan Bringin. Awalnya, warga membuat jembatan gantung untuk akses warga kedua dusun. Namun, kemudian dibangun juga gondola.
Pada akhirnya, keduanya malah jadi daya tarik wisata. Pengalaman naik gondola sepanjang 130 meter atau berjalan di jembatan dengan kedalaman tebing mencapai 150 meter ini tentu sangat menarik wisatawan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tegalmulyo Subur menyebut sebagian besar dari pemasukan lokasi wisata di Kampung Girpasang Klaten berasal dari tiket gondola.
“Tiket naik per orang itu Rp15 ribu,” ujar Subur.
Baca: Anak Usia 6-12 Tahun Belum Vaksin Dilarang Masuk Ragunan
Sebelum ada jembatan gantung, setidaknya warga dari 12 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kampung tersebut kesulitan untuk pergi ke berbagai tempat. Bahkan, mereka harus melewati 1.001 anak tangga hanya untuk ke pasar yang memakan waktu sampai setengah jam.
“Usai adanya jembatan paling ya 5 menit sudah sampai seberang. Kalau ingin turun ke kota atau ke pasar, cukup 5 menit saja,” ungkap salah seorang warga, Giyanto.
Di kampung yang kebanyakan warganya berprofesi sebagai petani dan peternak ini, kini juga ada kedai kopi Omah Kopi Girpasang. Menariknya, pengelolanya adalah warga dari 12 KK tersebut secara bergantian.
Kedai ini juga menyediakan hasil alam dari kampung tersebut. Wisata gondola ini hanya dibuka dari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.
Klaten: Dulu, Kampung Girpasang Klaten hanyalah kawasan terpencil di lereng Gunung Bibi. Namun, kini suasananya berbeda. Wilayah ini kini jadi tujuan wisatawan untuk menikmati sensasi naik gondola atau kereta gantung.
Kampung Girpasang ada di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, lokasinya berada di dataran tinggi, tepatnya hanya 4 kilometer dari puncak Gunung Merapi membuatnya memiliki pemandangan alam yang cantik. Warga desa ini benar-benar memaksimalkan pemandangan ini dan menjadikannya tujuan wisata.
Daya tarik utama dari kampung ini adalah tebing yang jadi pemisah dua dusun, yakni dusun Girpasang dan Bringin. Awalnya, warga membuat jembatan gantung untuk akses warga kedua dusun. Namun, kemudian dibangun juga gondola.
Pada akhirnya, keduanya malah jadi daya tarik wisata. Pengalaman naik gondola sepanjang 130 meter atau berjalan di jembatan dengan kedalaman tebing mencapai 150 meter ini tentu sangat menarik wisatawan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tegalmulyo Subur menyebut sebagian besar dari pemasukan lokasi wisata di Kampung Girpasang Klaten berasal dari tiket gondola.
“Tiket naik per orang itu Rp15 ribu,” ujar Subur.
Baca: Anak Usia 6-12 Tahun Belum Vaksin Dilarang Masuk Ragunan
Sebelum ada jembatan gantung, setidaknya warga dari 12 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kampung tersebut kesulitan untuk pergi ke berbagai tempat. Bahkan, mereka harus melewati 1.001 anak tangga hanya untuk ke pasar yang memakan waktu sampai setengah jam.
“Usai adanya jembatan paling ya 5 menit sudah sampai seberang. Kalau ingin turun ke kota atau ke pasar, cukup 5 menit saja,” ungkap salah seorang warga, Giyanto.
Di kampung yang kebanyakan warganya berprofesi sebagai petani dan peternak ini, kini juga ada kedai kopi Omah Kopi Girpasang. Menariknya, pengelolanya adalah warga dari 12 KK tersebut secara bergantian.
Kedai ini juga menyediakan hasil alam dari kampung tersebut. Wisata gondola ini hanya dibuka dari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)