: Warga dari berbagai daerah turun ke Pantai Seger di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, untuk menangkap cacing laut. Foto: antara
: Warga dari berbagai daerah turun ke Pantai Seger di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, untuk menangkap cacing laut. Foto: antara

Warga Berburu Cacing Laut di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

Antara • 21 Februari 2022 07:35
Lombok: Warga dari berbagai daerah turun ke Pantai Seger di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk menangkap cacing laut. Ini merupakan kegiatan adat Bau Nyale yang digelar pada Senin dini hari, 21 Februari 2022.
 
Warga mulai berdatangan ke Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika menggunakan sepeda motor atau mobil sejak Minggu malam, 20 Februari 2022. Sebagian dari mereka mendirikan tenda di pinggir pantai dan Bukit Seger untuk bermalam. 
 
Cacing laut yang diyakini sebagai jelmaan putri raja dalam legenda Putri Mandalika muncul sekitar pukul 05.00 WITA, sebelum matahari terbit. Hujan yang disertai petir dan angin tidak membuat mereka mengurungkan niat untuk menunggu nyale, yang muncul setiap tanggal 20 bulan 10 dalam penanggalan Sasak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika cacing laut mulai muncul, warga berduyun-duyun turun ke laut sambil membawa peralatan berupa sorok, ember, dan senter. Mereka menangkap cacing laut atau nyale di sepanjang Pantai Seger.
 
Beberapa pemburu nyale tidak lupa mengabadikan momen tersebut dengan mengambil foto dan berswafoto menggunakan kamera maupun telepon genggam.
 
Baca: UMKM Bisa Raup Cuan Rp2,2 Triliun dari KEK Mandalika
 
"Alhamdulillah nyale keluar hari ini," kata Ida Wahyuni, warga Praya Barat yang datang ke Pantai Seger bersama keluarga untuk menangkap nyale. 
 
Setelah beberapa tahun, tradisi Bau Nyale kembali digelar di Lombok Tengah. Waktu pelaksanaan Bau Nyale ditetapkan dalam musyawarah para tokoh adat dan budaya setempat.
 
"Puncak Bau Nyale ini ditentukan oleh tokoh budayawan sesuai dengan tanda alam maupun penanggalan Sasak," kata Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri.
 
Pemerintah kabupaten berharap pelaksanaan tradisi Suku Sasak tersebut bisa mendukung pemulihan kegiatan usaha di sektor pariwisata daerah, yang sempat terpuruk akibat pandemi covid-19.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif