Pembuatan tahu di Kabupaten Jepara. (Foto: Medcom.id/Rhobi Sani)
Pembuatan tahu di Kabupaten Jepara. (Foto: Medcom.id/Rhobi Sani)

Harga Tahu dan Tempe di Sumenep Turut Terpengaruh Kedelai

Nasional kedelai Tempe
Rahmatullah • 05 Januari 2021 17:22
Sumenep: Harga tahu dan tempe pada sejumlah pedagang di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga tersebut imbas mahalnya harga kedelai impor sebagai bahan baku.
 
"Harganya sekarang naik. Saya ambil di pasar harganya sudah naik sejak tiga hari lalu," kata salah seorang penjual sembako keliling, Syabi, di Sumenep, Selasa, 5 Januari 2021.
 
Baca: Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Dipulangkan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syabi menuturkan saat ini harga tahu untuk kalangan pedagang keliling menjadi Rp3.000 per tiga potong dari sebelumnya per potong Rp500. Untuk tempe dengan harga Rp3.000 dari biasanya Rp2.000 per satu balok.
 
Dia menyebut pabrik tahu dan tempe memilih menaikkan harga daripada mengurangi ukuran agar tidak mengalami kerugian lebih besar imbas naiknya harga bahan baku.
 
"Ada juga yang harga tetap tapi ukurannya lebih kecil, tapi itu tidak begitu laku. Yang laku ukurannya tetap meski harganya naik," jelasnya.
 
Sementara Siti Aminah, seorang ibu rumah tangga, di Desa Pabian, Kecamatan Kota, Sumenep, mengaku tetap membeli tahu maupun tempe meski harganya naik. Sebab keduanya sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.
 
Dengan naiknya harga tahu dan tempe, ia mengaku agak keberatan. Namun tidak ada pilihan lain untuk kebutuhan lauk. Dia juga berharap kondisi ini dapat segera normal kembali.
 
"Sekarang belinya sedapatnya saja. Hampir setiap hari saya beli Rp10.000, karena naik ya sedapatnya saja dengan uang itu," ucap Siti Aminah.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif