Bandung: Sebanyak 223 ekor sapi potong dan sapi perah terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Barat hingga Senin, 6 Juni 2022. 116 ekor sapi di antaranya dipotong secara bersyarat oleh para peternak di Jabar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Mohamad Arifin Soedjayana, mengatakan jumlah hewan sapi yang mati tersebut berdasarkan laporan yang masuk melalui sistem informasi kesehatan nasional.
"Angka kematian di Jawa Barat ada 107 ekor yang mati itu sapi potong dan sapi perah. Kemudian yang dipotong bersyarat ada 116 ekor. Jadi kalau dijumlah ada 223 ekor yang mati," kata Arifin saat dihubungi, Senin, 6 Juni 2022.
Baca: Bupati Malang Larang Ternak Terjangkit PMK untuk Kurban
Dia menuturkan secara keseluruhan jumlah kasus PMK di Jabar mencapai 7 ribu ekor sapi perah dan potong. Jumlah tersebut tersebar di beberapa daerah di Jabar, di antaranya Kabupaten Bandung dan Garut.
"Kita sudah lakukan koordinasi dengan kabupaten/kota, satgas sudah bekerja, bantuan obat dan vitamin sudah disampaikan, peralatan APD lain-lain juga sudah," jelasnya.
Jumlah tersebut diakuinya kemungkinan bertambah. Pasalnya manusia menjadi media penularan PMK disaat berpindah tempat antar peternakan. Terlebih sumber sapi lokal yang masuk ke Jabar dari beberapa daerah seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung.
"Jadi memang sifat PMK ini penularannya cukup masif diantara ternak . Kemudian yang kedua, manusia sebagai media bisa cepat menularkan bisa dari baju, dari wadah yang dibawa," ujar Arifin.
Bandung: Sebanyak 223 ekor
sapi potong dan sapi perah terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Barat hingga Senin, 6 Juni 2022. 116 ekor sapi di antaranya dipotong secara bersyarat oleh para peternak di Jabar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Mohamad Arifin Soedjayana, mengatakan jumlah hewan sapi yang mati tersebut berdasarkan laporan yang masuk melalui sistem informasi kesehatan nasional.
"Angka kematian di Jawa Barat ada 107 ekor yang mati itu sapi potong dan sapi perah. Kemudian yang dipotong bersyarat ada 116 ekor. Jadi kalau dijumlah ada 223 ekor yang mati," kata Arifin saat dihubungi, Senin, 6 Juni 2022.
Baca:
Bupati Malang Larang Ternak Terjangkit PMK untuk Kurban
Dia menuturkan secara keseluruhan jumlah kasus PMK di Jabar mencapai 7 ribu ekor sapi perah dan potong. Jumlah tersebut tersebar di beberapa daerah di Jabar, di antaranya Kabupaten Bandung dan Garut.
"Kita sudah lakukan koordinasi dengan kabupaten/kota, satgas sudah bekerja, bantuan obat dan vitamin sudah disampaikan, peralatan APD lain-lain juga sudah," jelasnya.
Jumlah tersebut diakuinya kemungkinan bertambah. Pasalnya manusia menjadi media penularan PMK disaat berpindah tempat antar peternakan. Terlebih sumber sapi lokal yang masuk ke Jabar dari beberapa daerah seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung.
"Jadi memang sifat PMK ini penularannya cukup masif diantara ternak . Kemudian yang kedua, manusia sebagai media bisa cepat menularkan bisa dari baju, dari wadah yang dibawa," ujar Arifin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)