Observatorium Peneropongan Bintang Bosscha yang merupakan peninggalan bersejarah di Lembang, Jawa Barat, Kamis (23/1/2020). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc)
Observatorium Peneropongan Bintang Bosscha yang merupakan peninggalan bersejarah di Lembang, Jawa Barat, Kamis (23/1/2020). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc)

Observatorium Bosscha Gelar Pemantauan Hilal Penetapan 1 Syawal

Nasional hilal kota bandung ITB Idulfitri 1443 Lebaran 2022
Antara • 01 Mei 2022 15:38
Bandung: Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan pengamatan bulan sabit muda atau hilal sebagai penanda beralihnya Ramadan ke Syawal atau penentu Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah yang dilakukan mulai 28 April hingga 1 Mei 2022.
 
Staf Divisi Pendidikan dan Penjangkauan Publik Observatorium Bosscha ITB Yatny Yulianty menyebutkan setiap tahunnya, Observatorium Bosscha menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal Ramadan dan Syawal bagi Kementerian Agama dan masyarakat umum.
 
Dia mengatakan Tim Observatorium Bosscha melaksanakan pengamatan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang pada 28 April hingga 1 Mei 2022 dari pagi hari hingga bulan terbenam di ufuk Barat.
 
"Kegiatan pengamatan internal ini hanya dihadiri oleh staf Observatorium Bosscha, mematuhi imbauan agar tidak berkegiatan yang melibatkan banyak orang di suatu tempat selama pandemi," kata dia.
 
Baca: Ketinggian Hilal di Sabang Diprediksi 6,4 Derajat
 
Kegiatan pengamatan bulan sabit oleh Observatorium Bosscha ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi dan ketebalan sabit bulan, dan juga dalam rangka rukyatul hilal Syawal 1443 H.
 
Rukyatul hilal dilakukan pada sore hari dan deteksi sabit bulan dilakukan setelah matahari terbenam. Sabit yang tampak setelah matahari terbenam ini disebut sebagai hilal.
 
Pengamatan dilakukan dengan menggunakan sebuah teleskop berukuran 106 milimeter berjenis refraktor yang dilengkapi detektor kamera berbasis CCD. Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan tampilan sabit bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menuturkan berdasarkan data hilal Syawal pada Minggu 1 Mei 2022 di Indonesia elongasi toposentris bulan dan matahari merentang antara 4,86 derajat hingga 6,36 derajat dan ketinggian toposentris Bulan merentang antara 3,54 derajat hingga 5,42 derajat.
 
Di Indonesia, pihak yang berwenang menentukan awal Ramadan dan Syawal adalah Pemerintah Republik Indonesia melalui proses sidang itsbat.
 
Tugas Observatorium Bosscha adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang itsbat.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif