Dankor Brimob Polri Irjen Pol Anang Revandoko memberikan penghargaan kepada Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Guntur. (Istimewa)
Dankor Brimob Polri Irjen Pol Anang Revandoko memberikan penghargaan kepada Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Guntur. (Istimewa)

Redam Konflik, Satbrimob Polda Maluku Diganjar Penghargaan

Lukman Diah Sari • 04 Februari 2022 22:01
Ambon: Komandan Korps (Dankor) Brimob Polri Irjen Pol Anang Revandoko memberikan penghargaan unruk personel Satuan Brimob Polda Maluku. Penghargaan diberikan lantaran berhasil meredam bentrok antarwarga di Pulau Haruku, Maluku.
 
"Pada momentum ini, Saya selaku Dankorbrimob Polri memberikan penghargaan kepada Dansatbrimob Polda Maluku dan Satuan Brimob Polda Maluku atas keberhasilannya, kesetiaannya dan keikhlasannya dalam menghadirkan negara, menjaga keutuhan NKRI dan melindungi setiap warga dari gangguan keamanan," ujar Anang, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 4 Februari 2022.
 
Ia menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Murad Ismail dan forkopimda yang mendukung penugasan Korps Brimob Polri di wilayah tersebut.  Anang juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif yang telah mendukung Satuan Brimob Polda Maluku dalam menangani konflik tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami percaya kesetiaan Bapak (Murad Ismail) kepada Korps Brimob Polri tidak akan lekang oleh waktu," jelas Anang.
 
Baca: Polisi: Bentrok Antarwarga di Maluku Tengah karena Konflik Lahan
 
Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Guntur menambahkan gerak cepat yang dilakukan pihaknya untuk mencegah efek yang lebih besar. Bahkan, kata dia, konflik antarwarga dapat memicu konflik SARA.
 
Alhamdulillah Satuan Brimob Polda Maluku bergerak cepat untuk meredam dan menjaga aset-aset yang masih tersisa, sehingga kita dapat mencegah konflik tersebut agar tidak meluas,” jelasnya.
 
Bentrok antarwarga terjadi di Dusun Ori dan Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah., pada Selasa, 25 Januari 2022. Bentrokan maut itu terjadi karena konflik lahan.
 
Saat itu salah satu warga yang sedang berkebun didatangi warga dari desa tetangga. Warga desa tetangga itu datang menegur.
 
Usai peneguran, suasana di lokasi memanas. Sebanyak 30-50 anggota Brigade Mobil (Brimob) dikerahkan ke lokasi dan diperkuat dengan anggota Polsek dan Koramil.
 
Situasi yang sudah kondusif kembali panas pada Rabu pagi, 26 Januari 2022, lantran terjadi penyerangan sangat besar di Pulau Haruku. Akibat bentrokan, dua warga meninggal dan tiga luka-luka. Salah satu korban luka anggota Polsek Pulau Haruku berinisial Briptu FH. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif