Bandung: Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat (Jabar) membenarkan sejumlah jalan mengalami rusak berat di wilayah Garut. Kerusakan makin parah karena usia jalan telah lebih dari 12 tahun.
Menurut Kepala DBMPR Jabar, Bambang Tirtoyuliono, perbaikan jalan yang telah lewat usia teknis membutuhkan proses panjang serta biaya besar. Pasalnya, ruas jalan di Garut mayoritas harus dibangun dari awal.
"Pertama ruas jalan sudah melewati umur teknis, umur teknis itu 10-12 tahun, secara teoritis harus dilakukan rekonstruksi tapi biaya terlalu mahal," ujar Bambang, Selasa, 21 Maret 2023.
Bambang mengaku berupaya memperbaiki ruas jalan yang rusak. Hal itu menanggapi aksi protes warga yang membentangkan spanduk sebagai bentuk kekecewaan terhadap Gubernur Jabar Ridwan Kamil karena jalan rusak.
"Khusus di Kabupaten Garut ada 6 paket pekerjaan, dan itu sudah berkontrak 27 Februari 2023. Termasuk di antaranya Bandung-Garut 14,7 KM selesainya kira-kira 26 Juli 2023," sahutnya.
Bambang menambahkan tengah fokus memperbaiki jalan dengan panjang 364,89 KM untuk skala Jawa Barat (Jabar). DBMPR optimistis, jalanan Jabar akan terasa mulus khususnya di momen Mudik.
"Untuk penanganan di Jabar tahun 2023 saja ada 69 paket dengan panjang yang kita tangani 365 KM se-Jabar atau tepatnya 364,98 KM. Bukan hanya ruas Bandung Garut tapi semua ruas jalan di Jabar kita upayakan untuk nyaman digunakan. Yang lain kita rutin, yang bisa kita lakukan penanganan berkala, perbaikan spot-spot pondasi jalannya, baru dilapis ulang bahasa teknisnya over lay dengan aspal beton panas itu bisa menambah umur," jelasnya.
Sebelumnya, spanduk bertuliskan kritikan terhadap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, muncul di Kabupaten Garut. Spanduk tersebut berisikan kritikan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi jalanan di Garut yang mengalami rusak parah di era Ridwan Kamil.
Spanduk yang terbentang di salah satu ruas Jalan Bandung-Garut tersebut digagas oleh Koalisi Masyarakat Pemantau Pembangunan Garut.
Spanduk dengan latar warna hijau serta betuliskan 'Menjadi Jabar Sengsara hanya di jaman Ridwan Kamil jalan ini rusak'. Bahkan spanduk tersebut terlihat jelas foto Ridwan Kamil memakai jas serta peci hitam serta logo yang dibalut tulisan 'moal dipilih deui (tidak akan pilih lagi)'.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Bandung: Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat (Jabar) membenarkan sejumlah
jalan mengalami rusak berat di wilayah Garut. Kerusakan makin parah karena usia jalan telah lebih dari 12 tahun.
Menurut Kepala DBMPR Jabar, Bambang Tirtoyuliono, perbaikan jalan yang telah lewat usia teknis membutuhkan proses panjang serta biaya besar. Pasalnya, ruas jalan di Garut mayoritas harus dibangun dari awal.
"Pertama ruas jalan sudah melewati umur teknis, umur teknis itu 10-12 tahun, secara teoritis harus dilakukan rekonstruksi tapi biaya terlalu mahal," ujar Bambang, Selasa, 21 Maret 2023.
Bambang mengaku berupaya memperbaiki ruas jalan yang rusak. Hal itu menanggapi aksi protes warga yang membentangkan spanduk sebagai bentuk kekecewaan terhadap Gubernur Jabar
Ridwan Kamil karena jalan rusak.
"Khusus di Kabupaten Garut ada 6 paket pekerjaan, dan itu sudah berkontrak 27 Februari 2023. Termasuk di antaranya Bandung-Garut 14,7 KM selesainya kira-kira 26 Juli 2023," sahutnya.
Bambang menambahkan tengah fokus memperbaiki jalan dengan panjang 364,89 KM untuk skala Jawa Barat (Jabar). DBMPR optimistis, jalanan Jabar akan terasa mulus khususnya di momen Mudik.
"Untuk penanganan di Jabar tahun 2023 saja ada 69 paket dengan panjang yang kita tangani 365 KM se-Jabar atau tepatnya 364,98 KM. Bukan hanya ruas Bandung Garut tapi semua ruas jalan di Jabar kita upayakan untuk nyaman digunakan. Yang lain kita rutin, yang bisa kita lakukan penanganan berkala, perbaikan
spot-spot pondasi jalannya, baru dilapis ulang bahasa teknisnya
over lay dengan aspal beton panas itu bisa menambah umur," jelasnya.
Sebelumnya, spanduk bertuliskan kritikan terhadap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, muncul di Kabupaten Garut. Spanduk tersebut berisikan kritikan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi jalanan di Garut yang mengalami rusak parah di era Ridwan Kamil.
Spanduk yang terbentang di salah satu ruas Jalan Bandung-Garut tersebut digagas oleh Koalisi Masyarakat Pemantau Pembangunan Garut.
Spanduk dengan latar warna hijau serta betuliskan 'Menjadi Jabar Sengsara hanya di jaman Ridwan Kamil jalan ini rusak'. Bahkan spanduk tersebut terlihat jelas foto Ridwan Kamil memakai jas serta peci hitam serta logo yang dibalut tulisan 'moal dipilih deui (tidak akan pilih lagi)'.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)