Tasikmalaya: Hujan deras sejak sore hingga malam menyebabkan Sungai Cikaengan meluap dan merobohkan jembatan gantung Merah Putih di Desa Cempakasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya dan Desa Simpang, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kejadian terjadi, Jumat dini hari sekira pukul 02.00 WIB pagi.
Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Desa Cempakasari, Johar, 55, mengatakan, hujan deras menyebabkan Sungai Cikaengan meluap. Jembatan yang putus membuat semua aktivitas masyarakat termasuk anak sekolah terisolasi.
"Jembatan gantung Merah Putih sepanjang 80 meter berada di atas Sungai Cikaengan baru dibangun pada 2021 menggunakan bantuan Relawan HII Jabar termasuk anggaran Dana Desa (DD) dari Pemerintah Desa Campakasari, tetapi sampai sekarang ini tidak bisa dilalui. Kejadian tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa tapi perekonomian masyarakat lumpuh," katanya, Jumat, 23 September 2022.
Ia mengatakan, intensitas hujan tinggi sejak sore hingga malam menyebabkan debit Sungai Cikaengan meluap. Debit air yang deras menyebabkan bagian penyangga yang berada di Desa Simpang, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut tergerus longsor (abrasi) terjadi sejak sore sekira pukul 14.00 WIB.
"Masyarakat dan pelajar tidak bisa melalui jalan lainnya di Kampung Jontor Cijoho karena kondisinya juga berbahaya. Akan tetapi, sejauh ini tidak ada jalan selain melalui jembatan tersebut, tapi berbagai upaya akan dilakukan agar perekonomian masyarakat bisa berjalan secara normal," ujarnya.
"Kontruksi ridgit (beton) yang dibangun selama itu terbawa arus sungai Cikaengan dan terpaksa semua warga harus mencari jalan alternatif lain melalui sawah dan perkampungan tapi sekarang ini kecamatan dan desa masih bermusyawarah," Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Irwan.
Tasikmalaya: Hujan deras sejak sore hingga malam menyebabkan Sungai Cikaengan meluap dan merobohkan
jembatan gantung Merah Putih di Desa Cempakasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya dan Desa Simpang, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kejadian terjadi, Jumat dini hari sekira pukul 02.00 WIB pagi.
Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Desa Cempakasari, Johar, 55, mengatakan, hujan deras menyebabkan
Sungai Cikaengan meluap. Jembatan yang putus membuat semua aktivitas masyarakat termasuk anak sekolah terisolasi.
"Jembatan gantung Merah Putih sepanjang 80 meter berada di atas Sungai Cikaengan baru dibangun pada 2021 menggunakan bantuan Relawan HII Jabar termasuk anggaran Dana Desa (DD) dari Pemerintah Desa Campakasari, tetapi sampai sekarang ini tidak bisa dilalui. Kejadian tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa tapi
perekonomian masyarakat lumpuh," katanya, Jumat, 23 September 2022.
Ia mengatakan, intensitas hujan tinggi sejak sore hingga malam menyebabkan debit Sungai Cikaengan meluap. Debit air yang deras menyebabkan bagian penyangga yang berada di Desa Simpang, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut tergerus longsor (abrasi) terjadi sejak sore sekira pukul 14.00 WIB.
"Masyarakat dan pelajar tidak bisa melalui jalan lainnya di Kampung Jontor Cijoho karena kondisinya juga berbahaya. Akan tetapi, sejauh ini tidak ada jalan selain melalui jembatan tersebut, tapi berbagai upaya akan dilakukan agar perekonomian masyarakat bisa berjalan secara normal," ujarnya.
"Kontruksi ridgit (beton) yang dibangun selama itu terbawa arus sungai Cikaengan dan terpaksa semua warga harus mencari jalan alternatif lain melalui sawah dan perkampungan tapi sekarang ini kecamatan dan desa masih bermusyawarah," Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Irwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id(WHS)