Salah satu anak penjual warung nasi saat membantu ibu berjualan di Lombok Tengah (Akhyar)
Salah satu anak penjual warung nasi saat membantu ibu berjualan di Lombok Tengah (Akhyar)

Buah Manis Sirkuit Mandalika, Berkah Pedagang Kopi dan Warung Nasi

Nasional KEK Mandalika Lombok Sirkuit Mandalika mandalika circuit WSBK Mandalika
Antara • 19 November 2021 17:36
Praya: World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, membawa berkah bagi warga lokal yang berjualan kopi dan nasi. Kedatangan para penonton maupun kru dan pebalap menjadi ladang rezeki para pedagang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
 
"Kami sangat senang dan menyambut baik Sirkuit Mandalika ini," kata pemilik warung kopi, Mariani, Jumat, 19 November 2021.
 
Warung kopi milik Mariani tepat berada di depan pintu masuk Sirkuit Mandalika, tepatnya di Dusun Rangkep, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah. Mariani mengaku, gelaran di Sirkuit Mandalika telah mendorong pertumbuhan ekonomi Masyarakat. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu ini rezeki dan peluang bagi kami untuk berusaha, meskipun hanya menjual kopi dan makanan ringan," imbuhnya. 
 
Baca: WSBK Mandalika Berlangsung, Akses Lalu Lintas Menuju Sirkuit Disekat
 
Dia menerangkan, sejak ada kegiatan pembangunan di Sirkuit Mandalika pada 2020, omzet penjualannya terus mengalami peningkatan. Terlebih kini dengan adanya ajang WSBK, penjualannya meningkat drastis.
 
Sebelum ada Sirkuit Mandalika, pendapatan warungnya dalam sehari Rp150 ribu. Tapi sejak WSBK digelar, pendapatannya bisa mencapai Rp1 juta lebih.
 
"Sehari saat ini dapat berjualan Rp1 juta, kadang Rp500 ribu sebelum ada kegiatan. Itu semua dari penjualan kopi, soto dan gorengan dan makanan ringan lain. Harga tentunya sesuai, yang penting ada untungnya. Kopi Rp7 ribu dan soto Rp15 ribu," jelasnya.
 
Senada, pemilik warung nasi di area Sirkuit Mandalika, Fitri, mengaku omzet jualannya mulai meningkat sejak ada pembangunan hingga kini.
 
Baca: World Superbike Mandalika Disebut Tingkatkan Penumpang di Bandara Soetta
 
"Allhamdulilah karena ramai, banyak yang beli," katanya.
 
Ia mengatakan, omzet penjualannya pada hari biasa sebelum ada ajang balapan Rp200 ribu sampai Rp400 ribu. Setelah mulai ada balapan omzetnya semakin naik, bahkan per hari bisa mendapatkan Rp1,5 juta.
 
"Harga nasi campur  Rp15 ribu-Rp20 ribu," ungkapnya.
 
Dia berharap, pemerintah  terus melaksanakan berbagai kegiatan di KEK Mandalika khusus Sikuit Mandalika. Supaya ekonomi masyarakat bisa meningkat.
 
"Harapan kami banyak kegiatan yang digelar, supaya ramai," katanya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif