Petugas menyemprotkan air untuk penyesuaian suhu ke wajah jamaah calon haji embarkasi Makassar yang baru tiba setelah melakukan perjalanan 13 jam dari Tanah Air, Sabtu (20/7/2019). (Foto: ANTARA/Hani Sofia)
Petugas menyemprotkan air untuk penyesuaian suhu ke wajah jamaah calon haji embarkasi Makassar yang baru tiba setelah melakukan perjalanan 13 jam dari Tanah Air, Sabtu (20/7/2019). (Foto: ANTARA/Hani Sofia)

Daftar Tunggu Haji di Jatim Capai 29 Tahun

Nasional Virus Korona ibadah haji
Amaluddin • 03 Juni 2020 10:33
Surabaya: Penundaan keberangkatan calon haji tahun ini membuat daftar tunggu haji di Jawa Timur mundur satu tahun. Sebanyak 950.151 pendaftar kini harus menunggu diberangkatkan ke Tanah Suci selama 29 tahun, atau tertunda satu tahun akibat pandemi covid-19 pada 2020.
 
"Masa tunggu haji di Jatim saat ini selama 28 tahun. Jika daftar haji hari ini, akan berangkat pada 1469 H atau 2048 M. Itu dalam kondisi normal. Jika tahun ini tidak ada haji, waiting list bertambah satu tahun," kata Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Ahmad Zayadi, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Zayadi menegaskan pembatalan ke Tanah Suci tahun ini, berdasarkan Keputusan Menteri Agama (Menag) RI Nomor 494 Tahun 2020. Kebijakan diambil karena pemerintah harus mengutamakan keselamatan jemaah, ditengah pandemi covid-19 yang belum usai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebijakan ini nantinya akan dijadikan dasar untuk proses-proses selanjutnya," katanya.
 
Baca juga:Surabaya Fokus pada Tracing Atasi Penyebaran Covid-19
 
Bagi jemaah yang telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini, ia memastikan, mereka menjadi jemaah calon haji (JCH) prioritas pada 2021. Khusus di Jatim, jemaah calon haji yang tertunda keberangkatannya mencapai 35.152 orang.
 
Sebagai kompensasi, Zayadi menambahkan jemaah bisa menarik kembali biaya pelinasan BPIH dengan menyertakan bukti setoran lunas, salinan buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah dengan memperlihatkan aslinya, fotokopi identitas diri, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
 
"Uang yang bisa ditarik hanya biaya pelunasan haji, seperti tahun ini BPIH jemaah haji reguler sebesar Rp37,577,602, BPIH PHD dan KBIHU sebesar Rp71,516,168. Jadi yang bisa ditarik untuk jemaah, dikurangi Rp25 juta setoran awal. Namun ada juga jemaah yang setoran awalnya Rp20 juta, tinggal mengurangi saja," pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif