Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Istinewa)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Istinewa)

Surabaya Fokus pada Tracing Atasi Penyebaran Covid-19

Nasional Virus Korona
Antara • 03 Juni 2020 09:55
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, terus berupaya memutus mata rantai penyebaran covid-19. Salah satunya dengan menekankan tracing atau pelacakan dan pemetaan suatu wilayah secara masif.
 
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan ketika pihaknya pertama kali menerima data seseorang dinyatakan positif covid-19, pemkot langsung melakukan tracing.
 
"Jadi kami punya beberapa klaster yang ada di Surabaya. Kita tracing, siapa dia, ketemu di mana, kemudian siapa saja di situ," kata Risma, melansir Antara, Rabu, 3 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui tracing akan ditemukan orang dengan risiko (ODR). Dari situ, lanjut Risma, akan dilakukan perincian kontak terhadap ODR.
 
Ia mencontohkan, jika dalam satu perusahaan setelah dilakukan tes ditemukan satu orang positif covid-19, pemkot langsung melakukan tracing untuk seluruh keluarga. "Dan orang itu kita masukkan sebagai ODR," imbuh dia.
 
Baca juga:Tangerang Selatan Wajibkan Pendatang Punya SIKM
 
Setelah itu, petugas medis akan mendatangi rumah ODR dan melakukan pemeriksaan. Jika kondisinya berat, dimasukkan ke rumah sakit. Namun jika sebaliknya, ODR dibawa ke Hotel Asrama Haji untuk isolasi.
 
Namun demikian, ia mengaku ada beberapa yang tidak mau dievakuasi karena menyatakan tidak positif dan ingin melakukan isolasi mandiri di rumah.
 
"Nah ketika melakukan isolasi mandiri di rumah itu, kami memberikan makan supaya mereka tidak keluar (rumah). Setiap hari kelurahan mengirim makan tiga kali. Siangnya kita berikan telur dan jamu. Itu mereka isolasi mandiri. Kadang-kadang ada vitamin," sambung Risma.
 
Selain itu, ia menambahkan saat ini pihaknya terus gencar melakukan rapid test (tes cepat) massal dan swab di beberapa lokasi yang dinilai ada pandemi. Kendati kesulitan di awal, Risma mengaku telah terbantu dengan rapid test kit yang telah diberikan pemerintah pusat.
 
"Jadi kita lakukan rapid test massal di beberapa tempat. Kadang lokasinya di sepanjang jalan, kadang pula di masjid dan sebagainya. Sampai hari ini rapid test kurang lebih sebanyak 27.000 orang," jelasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif