Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyiapkan strategi untuk mengatasi terjadinya inflasi di wilayahnya akibat kenaikan harga beberapa komoditi.
“Strategi dengan mengatur pola tanam untuk mengontrol suplai dan ketersediaan stok komoditas pangan, khususnya terkait komoditas penyebab inflasi seperti beras,” kata Ganjar di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, Selasa, 14 Februari 2023.
Ganjar menjelaskan strategi mengatur pola tanam bisa memudahkan pemerintah untuk memetakan luas lahan, berapa jumlah petani, hingga masa tanam, serta hasil panennya.
"Sehingga kami bisa prediksi, kelak kemudian seandainya terjadi situasi yang buruk, maka kami sudah bisa mengatur dengan baik, dan ini saya minta agar didigitalisasi. Kartu Tani itu sebenarnya sudah bisa mendata berapa jumlah petani dan berapa luasannya, dan tinggal sebenarnya diolah," jelasnya.
Kendati demikian saat ini sebaran produktivitas juga belum merata di kabupaten/kota, sedangkan produktivitas padi di Jawa Tengah rata-rata di angka 56,37 kw/ha atau sekitar 5,6 ton per hektare.
"Ini kecil, terlalu kecil. Penyebabnya ada dua, satu benihnya kurang bagus, dua pupuknya kurang," ungkapnya.
Tantangan produktivitas juga dipengaruhi perubahan iklim dan faktor ini membikin situasi pertanian berubah dan tanaman terserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sehingga menurunkan produktivitas.
"Maka apa yang mesti dilakukan, di beberapa tempat mulai kami dorong untuk menggabungkan dengan apa namanya pupuk organik," bebernya.
Persoalan Pupuk Perlu Menjadi Perhatian Semua Pihak
Menurut Ganjar persoalan pupuk perlu menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya daerah namun pemerintah pusat juga harus segera mengambil kebijakan diantaranya, dengan intervensi membeli hasil pertanian.
"Tidak mungkin produk pertanian khusus pangan tidak diintervensi oleh pemerintah, tidak mungkin, pemerintah harus turun soal ini," ujarnya.
Ganjar mengatakan strategi pola tanam ini akan dikomunikasikan dengan para petani karena upaya mengatasi persoalan kelangkaan beras juga membutuhkan dukungan dari para petani.
Selain pola tanam, Ganjar juga akan mendorong pengembangan benih unggul dengan menggandeng lembaga riset yang ada seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional sebab dirinya yakin Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan dengan benih unggul.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Semarang: Gubernur Jawa Tengah,
Ganjar Pranowo, menyiapkan strategi untuk mengatasi terjadinya
inflasi di wilayahnya akibat kenaikan harga beberapa komoditi.
“Strategi dengan mengatur pola tanam untuk mengontrol suplai dan ketersediaan stok komoditas pangan, khususnya terkait komoditas penyebab inflasi seperti
beras,” kata Ganjar di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, Selasa, 14 Februari 2023.
Ganjar menjelaskan strategi mengatur pola tanam bisa memudahkan pemerintah untuk memetakan luas lahan, berapa jumlah petani, hingga masa tanam, serta hasil panennya.
"Sehingga kami bisa prediksi, kelak kemudian seandainya terjadi situasi yang buruk, maka kami sudah bisa mengatur dengan baik, dan ini saya minta agar didigitalisasi. Kartu Tani itu sebenarnya sudah bisa mendata berapa jumlah petani dan berapa luasannya, dan tinggal sebenarnya diolah," jelasnya.
Kendati demikian saat ini sebaran produktivitas juga belum merata di kabupaten/kota, sedangkan produktivitas padi di Jawa Tengah rata-rata di angka 56,37 kw/ha atau sekitar 5,6 ton per hektare.
"Ini kecil, terlalu kecil. Penyebabnya ada dua, satu benihnya kurang bagus, dua pupuknya kurang," ungkapnya.
Tantangan produktivitas juga dipengaruhi perubahan iklim dan faktor ini membikin situasi pertanian berubah dan tanaman terserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sehingga menurunkan produktivitas.
"Maka apa yang mesti dilakukan, di beberapa tempat mulai kami dorong untuk menggabungkan dengan apa namanya pupuk organik," bebernya.
Persoalan Pupuk Perlu Menjadi Perhatian Semua Pihak
Menurut Ganjar persoalan pupuk perlu menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya daerah namun pemerintah pusat juga harus segera mengambil kebijakan diantaranya, dengan intervensi membeli hasil pertanian.
"Tidak mungkin produk pertanian khusus pangan tidak diintervensi oleh pemerintah, tidak mungkin, pemerintah harus turun soal ini," ujarnya.
Ganjar mengatakan strategi pola tanam ini akan dikomunikasikan dengan para petani karena upaya mengatasi persoalan kelangkaan beras juga membutuhkan dukungan dari para petani.
Selain pola tanam, Ganjar juga akan mendorong pengembangan benih unggul dengan menggandeng lembaga riset yang ada seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional sebab dirinya yakin Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan dengan benih unggul.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)