Ilustrasi--Seorang warga menunggu jeriken yang ia bawa terisi penuh air di tengah musim kemarau dan krisis air bersih dampak kekeringan di Grobogan, Jawa Tengah. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Ilustrasi--Seorang warga menunggu jeriken yang ia bawa terisi penuh air di tengah musim kemarau dan krisis air bersih dampak kekeringan di Grobogan, Jawa Tengah. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Kemarau, Warga Diimbau Utamakan Air Bersih untuk Konsumsi

Nasional kemarau dan kekeringan krisis air bersih
Ahmad Mustaqim • 02 Agustus 2020 17:33
Yogyakarta: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengimbau masyarakat mengutamakan kebutuhan air bersih untuk konsumsi ketimbang cuci tangan mengikuti protokol pencegahan covid-19. Imbauan itu lantaran sejumlah wilayah DIY mulai dilanda kekeringan.
 
"Utamakan (penggunaan air bersih) untuk konsumsi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, Minggu, 2 Agustus 2020.
 
Ia mengatakan, membersihkan tangan dengan air dan sabun bisa dilakukan seperlunya. Keperluan cuci tangan bisa diselingi dengan pemakaian hand sanitizer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dewi khawatir air yang digunakan mencuci tangan kurang bersih. Apalagi, pengalaman kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya, warga memanfaatkan sumber air apa pun untuk kebutuhan. Termasuk air keruh.
 
"Jangan sampai mandi, gosok gigi, cuci piring dengan air telaga yang keruh. Itu yang perlu diwaspadai," ujar dia.
 
Baca juga:Gedung DPRD Jepara Disterilisasi
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, menambahkan sudah ada empat kecamatan yang meminta bantuan air bersih, yakni Girisubo, Rongkop, Saptosari, dan Semanu.
 
"Kami melakukan pendistribusian air ketika ada permintaan. Kami minta desa menyiapkan lokasi penampungan air di RT mana saja," kata Edy.
 
Dalam situasi saat ini, pihaknya meminta warga bisa memanfaatkan bantuan air seefisien mungkin, salah satunya hanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Mengingat distribusi air hanya dilakukan berdasarkan permintaan dengan prosedur pencegahan covid-19, seperti tidak berkerumum dan tetap memakai masker.
 
"Permintaan tergantung situasi dan kondisi. Ada kecamatan yang memiliki anggaran untuk mendistribusikan air sendiri. Kita komunikasikan terus dengan camat setempat," ungkapnya.
 
Sementara itu, Camat Girisubo, Agus Riyanto, mengatakan, dampak kekeringan telah dirasakan warga. Ia mengatakan, bantuan air sudah dipasok sejak bulan lalu.
 
"Karena di wilayah kami tak ada warga terkonfirmasi positif covid-19, imbauannya agar jangan sampai ada yang terpapar. Jaga kebersihan dan patuhi protokol kesehatan," imbuh dia.

 

(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif