Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Medcom.id/Mustholih)
Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Medcom.id/Mustholih)

Ganjar Keberatan Salat Id Boleh Digelar Berjemaah

Nasional Virus Korona Idulfitri 2020
Mustholih • 20 Mei 2020 23:06
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, keberatan dengan kebijakan sejumlah bupati dan wali kota di wilayahnya yang mengizinkan penyelenggaraan salat Idulfitri berjemaah.
 
Menurut dia, semua daerah semestinya mengikuti aturan pemerintah pusat memutus mata rantai penyebaran virus korona selama masa pandemi covid-19.
 
"Saya menyarankan kepada bupati dan wali kota ikuti ketentuan dari Kementerian Agama atau Majelis Ulama Indonesia. Saya sarankan ikuti aturan untuk melaksanakan salat idulfitri di rumah masing-masing," kata Ganjar, di Semarang, Rabu, 20 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar menyayangkan Kabupaten Karanganyar, Kudus, dan Kota Tegal, mengizinkan penyelenggaraan salat id di masjid dan lapangan. Padahal ia menghendaki semua anak buahnya satu suara soal pencegahan penyebaran covid-19.
 
"Tidak dianjurkan dilaksanakan berjemaah di masjid atau lapangan, melainkan di rumah masing-masing," tegas dia.
 
Baca juga:Pemkab Kudus Izinkan Salat Id di Masjid
 
Lagi pula, kata Ganjar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memberikan petunjuk tentang tata cara salat id di rumah. Bahkan, khotbah pun sudah disiapkan oleh lembaga yang memiliki otoritas mengeluarkan fatwa tersebut.
 
"Kepala keluarga yang jadi imam dan khatib, bisa bapak atau putra yang sudah dewasa. Khotbahnya juga sudah disiapkan lebih singkat," jelas Ganjar.
 
Ia menyesalkan keputusan para kepala daerah membolehkan pelaksanaan salat id berjemaah di tempat terbuka.
 
"Problemnya kalau ada orang tanpa gejala. Ini kan tidak bisa terdeteksi. Kekhawatiran kami, kalau OTG menjadi bagian dalam kegiatan itu, akan sulit mengontrolnya," tegas Ganjar.
 
Ganjar meminta bupati dan wali Kota meninjau kembali keputusan membolehkan salat id berjemaah di tempat terbuka. Ia mengaku sudah mengontak Bupati Karanganyar, Kudus, dan Wali Kota Tegal untuk membatalkan izin salat id berjemaah.
 
"Saya menyarankan kepada semua ikuti aturan untuk salat id di rumah saja," bebernya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif