Ilustrasi sakit. Pexels
Ilustrasi sakit. Pexels

4 Fakta Temuan 114 Suspek Hepatitis Akut di Jatim

Nasional penyakit aneh penyakit menular kesehatan anak Khofifah Indar Parawansa Jawa Timur Hepatitis Akut Penyebab Hepatitis Akut Investigasi Penyebab Hepatitis Akut
Sri Yanti Nainggolan • 06 Mei 2022 15:44
Jakarta: Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) menemukan 114 kasus suspek hepatitis akut per 4 Mei 2022. Hingga kini, 18 kabupaten melaporkan temuan kasus penyakit kuning akut. 
 
"Sebanyak 114 kasus yang ditemukan di 18 kabupaten/kota, berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Jatim yang diterima per 4 Mei 2022, bukan hepatitis akut. Itu penyakit sindrom jaundice akut atau penyakit kuning akut," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono dilansir dari Antara, Jumat, 6 Mei 2022. 
 
SKDR adalah aplikasi yang menerima data dari semua layanan kesehatan. "Saat ini ada temuan terkait penyakit kuning akut. Jadi, ini kewaspadaan terkait penyakit kuning," ucap dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut tiga hal terkait temuan suspek hepatitis akut di Jatim sejauh ini. 

1. Dinkes Jatim masih mendalami temuan penyakit kuning akut 

Tim Dinkes Jatim melakukan verifikasi terkait kebenaran penyakit kuning tersebut. Erwin mengungkapkan pihaknya akan mencari penyebabnya, apa terkait dari infeksi atau noninfeksi.
 
"Selanjutnya apakah ini terkait hepatitis akut yang belum diketahui etologinya atau tidak. Ternyata sampai Mei 2022 temuan ini tidak masuk kelompok hepatitis akut yang belum diketahui etologinya," kata Erwin.
 
Baca: Catat! Ini Gejala Hepatitis Akut pada Anak

2. Gejala pasien suspek hepatitis akut di Jatim 

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa pada penyakit hepatitis akut salah satu tandanya pasien mengalami penyakit kuning. Tapi, pasien yang terjangkit penyakit kuning belum tentu hepatitis akut, sebab penyakit kuning bisa karena tifus, malaria, dan sebagainya.
 
"Maka dari itu perlu dicari penyebabnya. Saya kembali menegaskan bahwa sampai saat ini di Jatim belum ada laporan terkait hepatitis akut tersebut," tutur Erwin. 
 

3. Masyarakat Jatim diminta terapkan PHBS cegah hepatitis akut 

Erwin mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, namun tetap tenang. Kemudian, lakukan upaya pencegahan dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti sering mencuci tangan pakai sabun, meminum air bersih yang matang, serta memastikan makanan dalam keadaan bersih dan matang penuh.
 
Baca: Papua Barat Tetapkan Status Waspada Penyebaran Hepatitis Akut
 
Berikutnya menggunakan alat makan sendiri, memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kontak dengan orang sakit.
 
"Untuk sementara agar tidak berenang dulu di kolam renang umum, tidak bermain di play ground, serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding, dan lain-lain yang sering dipegang orang," lanjut Erwin.
 

4. Khofifah minta warga Jatim waspada hepatitis akut 

Pemerintah Jawa Timur mewaspadai kasus hepatitis akut bergejala berat pada anak yang belum diketahui penyebabnya dan berharap masyarakat tetap tenang.
 
"Kami imbau warga tidak panik, tapi sigap melihat gejala yang ditimbulkan," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Berdasarkan data yang dicatat Pemprov Jatim, penyakit ini tidak menyerang kelompok umur spesifik meski cenderung mengalami kenaikan jumlah pada minggu ke-14 hingga ke-17.

 
"Maka semua orang, baik anak kecil maupun dewasa, harus punya kewaspadaan terhadap bahaya penyakit ini. Kita juga wajib gerak cepat melihat gejalanya. Karena semakin cepat ditangani, peluang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan semakin besar," jelas Khofifah.
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif