Sumenep: Upaya meningkatkan pertumbuhah ekonomi di tegah pandemi covid-19 mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Salah satunya dengan menyinkronasi program yang akan dilaksanakan setiap organisasi perangkat daerah OPD).
"Karena jika tidak sinkron ini akan sulit untuk menjalankan program pemerintah. Petumbuhan ekonomi harus dilakukan di tengah pandemi ini," kata Bupati Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi, usai rapat dengan para pimpinam OPD di kantor Pemkab Sumenep, Rabu, 17 Maret 2021.
Dia menegaskan, akan mencoret atau menolak jika ada OPD yang membuat program tidak sejalan dengan OPD lainnya. Fauzi menyatakan, OPD harus membuat terobosan tidak hanya salin tempel program.
"Kalau ada yang tidak sinkron saya coret (programnya). Kalau programnya tidak sinkron dengan yang lainnya, itu namanya ego sektoral. Saya tidak mau itu," tegas Fauzi.
Baca: Gubernur Sumsel Minta Pemerintah Izinkan Mudik Lebaran
Bupati Kabupaten Sumenep yang baru dilantik akhir Februari 2021 ini mencontohkan pada sektor pertanian dan perikanan. Jika dinas terkait sudah melaksanakan peningkatan SDM hingga produksi di bawah, maka OPD terkait yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan harus dapat melihat peluang dengan mengembangkan dalam pemasaran.
"Jadi seperti hasil pertanian dan perikanan ini, Disperindag harus menangkap caranya membuat bagaimana pemasarannya, membagun SDMnya. Juga UMKM juga harus jalan. Karena keinginan kita visi misi kita penanganan dari hulu ke hilir," jelasnya.
Untuk mencapai peningkatan ekonomi dari hulu ke hilir, Fauzi memberikan tenggat waktu kepada semua OPD hingga Agustus 2021. Sebab setiap sinkronisasi program akan dilaksanakan mulai 2022.
"Saya ingin itu bagaimana produk dari hasil seperti pertanian dan perikanan itu contohnya diolah dulu di Sumenep baru dipasarkan. Sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi lagi," papar Fauzi.
Sumenep: Upaya meningkatkan pertumbuhah ekonomi di tegah
pandemi covid-19 mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Salah satunya dengan menyinkronasi program yang akan dilaksanakan setiap organisasi perangkat daerah OPD).
"Karena jika tidak sinkron ini akan sulit untuk menjalankan program pemerintah. Petumbuhan ekonomi harus dilakukan di tengah pandemi ini," kata Bupati Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi, usai rapat dengan para pimpinam OPD di kantor Pemkab Sumenep, Rabu, 17 Maret 2021.
Dia menegaskan, akan mencoret atau menolak jika ada OPD yang membuat program tidak sejalan dengan OPD lainnya. Fauzi menyatakan, OPD harus membuat terobosan tidak hanya salin tempel program.
"Kalau ada yang tidak sinkron saya coret (programnya). Kalau programnya tidak sinkron dengan yang lainnya, itu namanya ego sektoral. Saya tidak mau itu," tegas Fauzi.
Baca: Gubernur Sumsel Minta Pemerintah Izinkan Mudik Lebaran
Bupati Kabupaten Sumenep yang baru dilantik akhir Februari 2021 ini mencontohkan pada sektor pertanian dan perikanan. Jika dinas terkait sudah melaksanakan peningkatan SDM hingga produksi di bawah, maka OPD terkait yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan harus dapat melihat peluang dengan mengembangkan dalam pemasaran.
"Jadi seperti hasil pertanian dan perikanan ini, Disperindag harus menangkap caranya membuat bagaimana pemasarannya, membagun SDMnya. Juga UMKM juga harus jalan. Karena keinginan kita visi misi kita penanganan dari hulu ke hilir," jelasnya.
Untuk mencapai peningkatan ekonomi dari hulu ke hilir, Fauzi memberikan tenggat waktu kepada semua OPD hingga Agustus 2021. Sebab setiap sinkronisasi program akan dilaksanakan mulai 2022.
"Saya ingin itu bagaimana produk dari hasil seperti pertanian dan perikanan itu contohnya diolah dulu di Sumenep baru dipasarkan. Sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi lagi," papar Fauzi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)