demo di depan Gedung DPRD Kota Malang
demo di depan Gedung DPRD Kota Malang

Aksi Demo Berpotensi Sebarkan Covid-19

Nasional Demo Buruh uu ketenagakerjaan undang-undang Virus Korona demo mahasiswa Omnibus Law covid-19 Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Daviq Umar Al Faruq • 08 Oktober 2020 16:40
Malang: Aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Kamis 8 Oktober 2020, dinilai berpotensi menyebarkan covid-19. Pasalnya, massa demo tak menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan aksi.
 
"Pelaksanaan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang itu ada potensi penyebaran covid-19 karena protokol kesehatan tidak dijalankan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Malang, Husnul Muarif, saat dikonfirmasi.
 
Menurut pantauan Medcom.id, aksi demo yang dihadiri oleh ribuan mahasiswa dan buruh se-Malang Raya ini tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Masih ditemukan massa aksi yang tidak mengenakan masker bahkan aksi dilakukan tanpa menjaga jarak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta agar aksi demo dilakukan dengan tertib dan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu agar tidak memunculkan klaster baru penyebaran covid-19.
 
"Tetep waspada terhadap penularan covid-19," katanya.
 
Aksi Demo Berpotensi Sebarkan Covid-19
 
Sebagai informasi, aksi demo yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut berjalan ricuh. Sejumlah massa aksi melempar botol, batu hingga petasan ke arah gedung DPRD Kota Malang.
 
Kondisi tersebut menyebabkan kaca di sejumlah sudut gedung tersebut pecah. Bahkan, kawat duri yang dipasang polisi pun juga ikut dirusak, hingga membuat massa aksi mampu merangsek ke halaman gedung dewan.
 
Baca:Demo Penolakan UU Ciptaker di Malang Diwarnai Kericuhan
 
Massa aksi pun merusak sejumlah fasilitas umum di kawasan Balai Kota Malang. Satu mobil patwal Satpol PP Kota Malang dibakar serta tiga mobil dinas Pemkot Malang dan satu bus Polres Batu rusak terkena lemparan batu.
 
"Untuk anggota yang terluka, kami belum melakukan pendataan. Tadi terlihat ada tiga sampai empat orang anggota yang terluka. Tapi belum kami data lagi," kata Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni.
 
Aksi Demo Berpotensi Sebarkan Covid-19
 
Polisi sendiri sebelumnya menutup total kawasan Tugu Kota Malang sejak pagi hari. Pengalihan arus di sekitaran kawasan tersebut pun dilakukan sebagai bentuk antisipasi pergerakan aksi demo.
 
"Kami sudah melakukan pengalihan arus. Kawasan Tugu, Balai Kota Malang dan Gedung DPRD sudah kami sterilkan, ditutup total. Setidaknya ada 1.200 personel kepolisian dari Polresta Malang Kota dibantu BKO juga," kata Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution.
 
Aksi Demo Berpotensi Sebarkan Covid-19

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif